Surabaya, BisnisJatim.Id — Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memperluas peluang investasi dengan menawarkan sejumlah proyek yang dinilai telah siap ditawarkan kepada calon investor. Berbagai proyek tersebut tersebar di sejumlah wilayah Jawa Timur, mulai dari Gresik, Malang, kawasan Bromo hingga Pasir Putih di Situbondo.
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengatakan, peluang investasi tersebut telah dipetakan dan dihimpun dalam buku yang memuat proyek investment project ready to offer. Buku tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan transparansi informasi investasi di Jawa Timur.
“Jadi ini adalah tanah-tanah yang sudah tersedia dan silakan diberdayakan. Ini termasuk aset-aset pemerintah yang bisa dikerjasamakan,” ujar Emil saat Press Conference bersama media disela acara East Java Investment Forum (EJIF) 2026, Jumat (2/10).

Menurut dia, sedikitnya terdapat 12 proyek yang telah diidentifikasi dan ditawarkan kepada investor. Proyek-proyek tersebut memiliki skema yang beragam, mulai dari kerja sama dengan pemerintah di atas lahan pemerintah hingga proyek yang membutuhkan pembebasan lahan oleh investor.
Informasi mengenai status lahan, skema kerja sama, hingga kajian awal kelayakan investasi telah disiapkan. Beberapa proyek bahkan telah dianalisis dari sisi potensi Internal Rate of Return (IRR) serta estimasi periode pengembalian modal.
Emil menambahkan, penyediaan informasi tersebut diharapkan mempermudah calon investor dalam melihat peluang usaha yang tersedia di Jawa Timur. Buku proyek investasi itu juga tersedia dalam format digital sehingga dapat diakses masyarakat secara lebih luas.
“Semua pihak, semua masyarakat bisa mengakses buku ini. Tentu ada versi PDF digitalnya yang bisa diunduh,” katanya.
Komitmen Investasi Rp2,4 Triliun
Selain menawarkan proyek baru, forum investasi Jawa Timur juga mencatat adanya sejumlah komitmen investasi pada kawasan industri.
Emil menjelaskan, sejumlah perusahaan telah menyatakan minat untuk menempati kawasan industri di Jawa Timur. Sektor yang dibidik antara lain elektronik, pengolahan ikan, furnitur dan berbagai kegiatan industri lainnya.
Beberapa perusahaan disebut telah menandatangani Letter of Intent (LoI) untuk melanjutkan proses investasi di kawasan industri, antara lain di Sidoarjo dan kawasan industri PIER.
Secara keseluruhan terdapat 13 kawasan industri di Jawa Timur yang menjadi bagian dari ekosistem tersebut. Dari proses yang berjalan, nilai transaksi investasi yang telah dikomitmenkan mencapai sekitar Rp2,4 triliun.
“Ini adalah bagian dari proses mereka berinvestasi dengan membangun investasinya di kawasan-kawasan industri,” ujarnya.
EJIF 2026 Ajang Investor dan Pemilik Proyek Bertemu
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur Ibrahim mengatakan, kolaborasi antarlembaga menjadi salah satu kunci dalam memperkuat ekosistem investasi di Jawa Timur.
Menurut Ibrahim, kegiatan East Java Investment Forum (EJIF) 2026 menjadi wadah untuk mempertemukan pemilik proyek dengan calon investor. Kolaborasi dilakukan antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Jatim Invest, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta berbagai pihak terkait.
“Dengan semangat investasi, dengan semangat kolaborasi yang luar biasa, Pemprov ada Jatim Invest, kemudian OJK juga ada kegiatan yang sama. Sehingga kolaborasi inilah rasanya menjadi inti,” kata Ibrahim.
Ia menyebut kontribusi investasi terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Timur berada di kisaran 27 persen. Karena itu, investasi perlu terus dijaga dan ditingkatkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Dalam forum EJIF 2026, calon investor tidak hanya mendapatkan informasi mengenai proyek. Mereka juga difasilitasi melalui pertemuan one-on-one, many-to-many meeting, hingga kunjungan langsung ke lokasi proyek. “Sehingga harapannya nanti ada realisasi,” ujar Ibrahim.
OJK Dukung Pembiayaan Investasi
Sementara itu, Interim Head of OJK Jawa Timur, Horas V.M Tarihoran menyatakan OJK mendukung penguatan kerja sama dengan Bank Indonesia dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mendorong investasi.
Dukungan tersebut mencakup proses investasi dari sisi hulu hingga hilir, termasuk aspek pembiayaan yang dibutuhkan investor.
“Kami dari OJK tentu sangat mendukung kesempatan untuk kerja sama Bank Indonesia Jawa Timur, mendukung proses investasi ini dari hulu ke hilirnya, untuk kelancarannya dari sisi pembiayaan dan sebagainya,” kata Horas.
Kolaborasi pemerintah daerah, Bank Indonesia dan OJK tersebut diharapkan mampu memperkuat kepercayaan investor sekaligus memperlancar proses investasi hingga masuk ke tahap realisasi. bj3/ris






