Bisnisjatim.id, Surabaya — PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN menargetkan menjadi penyalur terbesar Kredit Program Perumahan (KPP) yang baru saja diluncurkan pemerintah. Optimisme ini didasarkan pada ekosistem pembiayaan perumahan yang telah dibangun BTN secara komprehensif, mulai dari hulu ke hilir, serta basis data kuat dari pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sektor perumahan.
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan, keberadaan KPP akan menjadi stimulan yang mempercepat penyaluran pembiayaan dan mengakselerasi pencapaian Program 3 Juta Rumah yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. BTN, kata dia, telah mengidentifikasi sedikitnya 2.878 developer rumah, 5.442 kontraktor, dan 4.032 toko bangunan yang siap memanfaatkan KPP. Bahkan, terdapat pula pelaku usaha seperti pedagang rumah yang masuk dalam jaringan BTN.
“Kami berharap bisa menjadi mayoritas dalam menyalurkan kredit ini,” ujar Nixon usai menghadiri Akad Massal KUR 800.000 Debitur dan Peluncuran KPP di Surabaya, Selasa (21/10).
KPP dirancang menyerupai skema Kredit Usaha Rakyat (KUR), dengan suku bunga rendah hanya 6 persen per tahun, penjaminan kredit, serta proses pengajuan yang sederhana. BTN akan menyalurkan kredit ini melalui dua jalur, yakni sisi supply dan demand. Di sisi supply, UMKM pengembang perumahan bisa mengakses kredit hingga Rp5 miliar per debitur dan dapat diperpanjang sampai empat kali, dengan plafon maksimum Rp20 miliar.
Sementara di sisi demand, masyarakat dapat mengakses pembiayaan hingga Rp500 juta untuk membeli, merenovasi, membangun rumah, hingga rumah usaha seperti ruko dan kos-kosan.
Menurut Nixon, skema ini memberi peluang besar bagi masyarakat untuk tidak hanya memiliki rumah, tetapi juga menjalankan usaha yang menopang ekonomi keluarga. Ia optimistis, dengan dukungan infrastruktur digital dan ekosistem BTN yang telah terbentuk, KPP akan terserap optimal. Pada sisa dua bulan tahun ini saja, BTN menargetkan penyaluran awal sebesar Rp2 triliun.
“Tahun depan akan kami speed up, karena penyaluran KPP juga akan memperkuat permodalan dan mempercepat pembangunan rumah oleh developer,” tegas Nixon.
Dari sisi pemerintah, dukungan terhadap program ini sangat besar. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut total anggaran KPP mencapai Rp130 triliun, dengan rincian Rp113 triliun untuk sisi supply dan Rp17 triliun untuk demand. Pemerintah menargetkan pembangunan 320 ribu rumah melalui program ini sebagai bagian dari upaya mendorong percepatan Program 3 Juta Rumah.
Dengan keunggulan ekosistem yang dimiliki dan kesiapan infrastruktur pendukung, BTN menempatkan diri sebagai lokomotif utama penyaluran KPP. Program ini tidak hanya membuka akses lebih luas terhadap kepemilikan rumah, tetapi juga memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi nasional melalui sektor perumahan yang produktif.(kar)







