HeadlineIndustriJasa

Kembali Sapa Surabaya, IdeaFest Hadirkan 200 Pembicara dan Ajak Komunitas Kolaborasi

×

Kembali Sapa Surabaya, IdeaFest Hadirkan 200 Pembicara dan Ajak Komunitas Kolaborasi

Sebarkan artikel ini

Surabaya, BisnisJatim.Id – IdeaFest Surabaya kembali menyapa publik dengan skala yang lebih besar dan ambisi yang lebih tinggi pada 2026. Setelah sukses menghadirkan lebih dari 14.000 peserta pada tahun lalu, ajang ini tidak sekadar hadir sebagai kelanjutan, melainkan sebagai bentuk eskalasi dari semangat kolaborasi yang telah terbangun.

Mengusung tema “The Next Leap”, IdeaFest tahun ini mengajak masyarakat Surabaya untuk tidak berhenti pada pencapaian yang ada. Tema ini menjadi dorongan untuk melangkah lebih jauh, menciptakan dampak yang lebih luas, serta berani mengambil lompatan besar dalam berbagai bidang.

“The Next Leap is not about starting. It’s about stepping up.” Pesan tersebut menjadi inti dari penyelenggaraan IdeaFest Surabaya 2026. Acara ini dirancang sebagai ruang pertemuan bagi individu dan komunitas yang sudah bergerak, agar naik ke level berikutnya.

IdeaFest Surabaya 2026 dijadwalkan berlangsung pada 7-9 Agustus 2026 di Grand City Convex Surabaya. Selama tiga hari, pengunjung akan disuguhkan berbagai program unggulan yang inspiratif dan interaktif.

Co-Chair IdeaFest, Ben Subiakto menyebut bahwa IdeaFest bukan sekadar tempat mencari inspirasi. Ia menegaskan bahwa acara ini adalah ruang di mana ide bertemu dengan eksekusi nyata.

“Sebagai kelanjutan dari ekosistem yang telah dibangun sejak 2025, IdeaFest Surabaya kini berkembang menjadi platform kolaborasi lintas sektor. Kreator, entrepreneur, komunitas, hingga pemimpin industri dipertemukan dalam satu ruang yang dinamis,” paparnya di Surabaya, Selasa (21/4/2026).

Selama 15 tahun penyelenggaraannya di Jakarta dan memasuki tahun kedua di Surabaya, Ben melihat perkembangan industri kreatif yang semakin pesat. Ia mengaku antusias melihat pertumbuhan tersebut, khususnya di kalangan anak muda.

Menurutnya, penyelenggaraan pertama IdeaFest di Surabaya tahun lalu memberikan kejutan besar. Antusiasme peserta begitu tinggi, bahkan hampir semua kelas dipenuhi antrean panjang.

Ben juga menyoroti bahwa belum banyak platform seperti IdeaFest di Surabaya. Kehadiran acara ini menjadi ruang yang sangat dibutuhkan oleh generasi muda untuk belajar dan berkembang.

ENTERPRENEURSHIP: Dari kiri: Arif Budiono, Ketua ekosistem entrepreneur di Surabaya, Ben Subiakto, Co-Chair IdeaFest, Saskia Tessy, Festival Director IdeaFest Surabaya dan Karin Binanto, Pengusaha F&B di Surabaya.

Topik yang diangkat pun sangat beragam, mulai dari teknologi, dunia digital, hingga tren terkini yang relevan dengan masyarakat Jawa Timur. Hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para peserta.

Selain jumlah sesi yang bertambah, IdeaFest juga menghadirkan topik-topik yang sedang populer dan relevan. Fokusnya adalah melihat masa depan dan memahami tren apa yang akan berkembang selanjutnya.

Melalui tema “The Next Leap”, Ben berharap para entrepreneur dapat menjadikan IdeaFest sebagai momentum untuk berkembang lebih jauh, bahkan menembus pasar nasional dan global.

Ia juga menekankan bahwa IdeaFest adalah tempat berkumpulnya berbagai komunitas, bahkan lintas komunitas. Kolaborasi menjadi kunci utama dari ekosistem yang dibangun. “Di IdeaFest, kita bisa jadi kaya. Kaya teman, kaya ide, kaya koneksi,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa acara ini juga menjadi ajang untuk memperkenalkan produk dan memperluas jaringan.

Sementara itu, Festival Director IdeaFest Surabaya, Saskia Tessy menegaskan pentingnya keberanian dalam mewujudkan mimpi. Menurutnya, generasi muda perlu melangkah nyata, bukan sekadar bermimpi besar.

Ia ingin menggali lebih banyak potensi dan talenta anak muda Surabaya. Baginya, energi positif sangat penting untuk menghadapi kondisi dunia yang penuh tantangan saat ini.

Saskia berharap dampak IdeaFest tidak berhenti dalam tiga hari penyelenggaraan saja. Ia ingin acara ini menjadi sebuah gerakan kolektif bagi arek-arek Surabaya untuk maju bersama.

Menariknya, tahun ini IdeaFest menghadirkan program baru bernama IdeaFest X. Program ini membuka peluang kolaborasi dengan komunitas, media, hingga podcaster untuk membuat acara mereka sendiri.

Melalui IdeaFest X, berbagai format acara dapat dihadirkan, mulai dari workshop memasak, kaligrafi, merangkai bunga, hingga sesi musik dan comedy show. Semua kegiatan ini akan menjadi bagian dari ekosistem IdeaFest.

Saat ini, sejumlah komunitas telah bergabung dalam program tersebut. Namun, pihaknya masih membuka peluang bagi komunitas lain untuk ikut serta melalui proses kurasi.

Selain itu, tema wellness juga menjadi perhatian dalam IdeaFest tahun ini. Rencana menghadirkan komunitas meditasi menjadi salah satu upaya menjawab kebutuhan generasi muda.

Sementara itu, pengusaha F&B asal Surabaya, Karin Binanto menyoroti pentingnya keberanian dalam berkarya. Ia mendorong pelaku kreatif untuk tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga pencipta.

Ia menegaskan bahwa banyak ide bagus tidak terealisasi karena rasa takut gagal. Padahal, proses mencoba adalah kunci utama untuk berkembang.

“Kenapa brand luar terus masuk, tapi kita tidak menciptakan sendiri? Padahal kita bisa. Yang penting berani mulai, jangan hanya teori. Banyak orang punya teori hebat, tapi tidak pernah mulai. Padahal dari proses itulah kita bisa berkembang. Jangan takut gagal, yang penting mulai dulu,” tandasnya.

Karin pun menceritakan tahun lalu di Ideafest Surabaya dia menjadi peserta juga salah satu pembicara. Hal itu yang membuatnya terlecut karena saat pulang terus terngiang untuk berbuat sesuatu.

“Saya background sekolah perfilman di Amerika tapi terjun di F&B. Jadi perlu empower the people. Di Ideafest banyak networking, tinggal bagaimana membuat konsep sesuatu yang orang lain atau pasar butuhkan. jadi harus datang ke Ideafest yang penuh inspirasi ini,” ujar Karin.

Arif Budiono, Ketua ekosistem entrepreneur di Surabaya, menyatakan bahwa IdeaFest lebih dari sekadar ajang diskusi. Ia melihat acara ini sebagai wadah untuk menampilkan karya, ide dan gagasan.

“Banyak hasil riset di kampus yang selama ini hanya berhenti di lingkungan akademik. Kampus tak punya etalase, dan biasanya ketika ada pameran di kampus sendiri, orang-orang internal dan pengunjung dari orang kampus juga. Makanya saya surprise ada IdeaFest ini,” ungkapnya.

IdeaFest Surabaya 2026 mengusung berbagai pilar strategis seperti Business, Content Creation, Art & Culture, Mental Health, Self Development, Technology, hingga Food & Beverage. Beberapa program utama yang dihadirkan antara lain IdeaTalks & Conference dengan lebih dari 120 sesi, Artisan Market, serta lebih dari 100 tenant yang menampilkan berbagai produk kreatif.

Tak hanya itu, acara ini juga menghadirkan lebih dari 200 pembicara inspiratif dari berbagai latar belakang industri. Nama-nama besar seperti Winston Utomo, Andy F. Noya, Hadi Ismanto, Ucup dari Pestapora, hingga Jihan Amirah turut meramaikan panggung IdeaFest tahun ini.

Untuk bisa bergabung di even ini, bisa booking melalui Loket.com dengan harga pre-sale Rp225.000 untuk dua hari, dan tersedia promo khusus bagi komunitas. bj3