Jakarta, BisnisJatim.Id – Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun 2026 PT Bank Maybank Indonesia Tbk (“Maybank Indonesia” atau “Bank”) yang diselenggarakan pada hari Jumat (17/4) memutuskan untuk mengangkat Dato’ Zulkiflee Abbas Abdul Hamid sebagai Presiden Komisaris Maybank Indonesia.
Selain itu, Rapat juga menyetujui pengangkatan Dato’ Sri Khairussaleh Ramli dan Dr. Hasnita Dato’ Hashim sebagai Komisaris Perseroan, serta Mariana Husin sebagai Direktur Perseroan. Perubahan struktur kepemimpinan ini dilakukan guna mendukung penguatan strategi pertumbuhan berkelanjutan Perseroan, ROAR30.

Pada saat yang sama, RUPST menyetujui pengakhiran masa jabatan Edwin Gerungan sebagai Komisaris dan Ricky Antariksa sebagai Direktur. Rapat juga menyetujui pengangkatan kembali Hendar sebagai Komisaris Independen serta Effendi sebagai Direktur Perseroan.
Dengan demikian, setelah pelaksanaan RUPST 2026, susunan Dewan Komisaris, Direksi dan Dewan Pengawas Syariah Maybank Indonesia mengawali perubahan.
Selain itu, RUPST juga menyetujui penetapan penggunaan laba bersih Perseroan untuk Tahun Buku yang berakhir pada 31 Desember 2025.
Sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar Perseroan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku, laba bersih Bank sebesar Rp1.657.366.285.038, sebanyak 35% atau maksimal sebesar Rp 580.078.199.763,- akan dialokasikan untuk pembagian dividen tunai dengan nilai Rp7,61106,- per saham.
Sisanya sebesar Rp1.077.288.085.275,- yaitu 65% dari laba bersih Bank akan ditetapkan sebagai laba ditahan guna mendukung penguatan permodalan dan pengembangan usaha Perseroan ke depan.
Sejalan dengan pelaksanaan RUPST, Presiden Direktur Maybank Indonesia Steffano Ridwan menyampaikan, perubahan kepemimpinan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat posisi Bank sebagai mitra keuangan regional, sejalan dengan peran Indonesia sebagai salah satu home market Maybank Group.
“Maybank Indonesia akan terus mengoptimalkan kekuatan jaringan dan kapabilitas global yang dipadukan dengan pemahaman pasar lokal untuk mendukung pertumbuhan sektor keuangan di Indonesia,” ungkap dia. bj1/lis







