Sidoarjo, BisnisJatim.Id – Tingginya minat masyarakat terhadap hunian di kawasan penyangga Surabaya mendorong PT Jayaland mempercepat peluncuran klaster terbaru di Perumahan Surya Breeze, Gedangan, Sidoarjo. Klaster bernama Breeze Villas resmi diperkenalkan sebagai klaster kedelapan yang dikembangkan di kawasan tersebut dalam empat tahun terakhir.
Marketing Manager PT Jayaland, Bagus Nasution, mengatakan peluncuran Breeze Villas sebenarnya baru dijadwalkan pada tahun depan. Namun, tingginya permintaan terhadap klaster sebelumnya membuat perusahaan memutuskan mempercepat pemasaran agar kebutuhan pasar dapat segera terpenuhi.
“Penjualan Breeze Icon dan Breeze Harmony sudah mencapai sekitar 70 persen. Karena stok semakin terbatas, kami memutuskan menghadirkan Breeze Villas lebih awal untuk menjawab kebutuhan konsumen,” ujar Bagus saat peluncuran Breeze Villas, Minggu (28/6/2026).

Breeze Villas akan dibangun sebanyak 230 unit. Pada tahap pertama, pengembang memasarkan 60 unit rumah dengan harga mulai Rp590 juta. Respons pasar cukup positif. Saat ini beberapa unit terjual dan belasan calon pembeli telah menjadwalkan kunjungan ke rumah contoh.
Selain harga yang kompetitif, konsumen juga masih dapat memanfaatkan insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) karena proses serah terima unit ditargetkan berlangsung sebelum akhir tahun.
“Untuk pemesanan sekarang, kami pastikan unit bisa diserahterimakan tahun ini sehingga pembeli masih bisa menikmati fasilitas free PPN,” tambah dia.
Ia mengungkapkan sekitar 90 persen pembeli di Surya Breeze merupakan pengguna akhir (end-user), sedangkan sisanya merupakan investor. Mayoritas transaksi juga dilakukan melalui fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR), didukung bunga perbankan yang dinilai masih kompetitif, bahkan mulai kisaran 2 persen.
Breeze Villas menawarkan tiga pilihan tipe rumah, yakni Lodge 1 dengan luas tanah 72 meter persegi dan bangunan 33 meter persegi, Lodge 2 dengan luas tanah 90 meter persegi dan bangunan 33 meter persegi, serta Lodge 3 yang memiliki tiga kamar tidur dengan luas tanah 90 meter persegi dan bangunan 40 meter persegi.
Klaster ini mengusung konsep vila tropis dengan desain arsitektur modern yang mengedepankan pencahayaan alami, sirkulasi udara yang baik, serta ruang terbuka hijau. Untuk menunjang kenyamanan penghuni, pengembang menghadirkan fasilitas Lumina Garden sebagai ruang hijau di dalam kawasan.
Selain itu, kawasan juga dilengkapi berbagai fasilitas penunjang seperti lapangan basket three-on-three, area komunal, hingga rencana pembangunan water park yang dijadwalkan mulai konstruksi pada pertengahan tahun ini dan ditargetkan beroperasi tahun depan. Lokasinya yang dekat dengan akses tol, pusat perbelanjaan, serta berbagai fasilitas publik juga menjadi nilai tambah bagi calon penghuni.
Sementara itu, Head PT Jayaland, Oki Setya Budi, menilai kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia belum berdampak signifikan terhadap permintaan rumah di segmen menengah. Menurutnya, kebutuhan masyarakat terhadap hunian tetap tinggi, terlebih didukung berbagai insentif pemerintah.
Perusahaan juga telah mengantisipasi kenaikan biaya konstruksi akibat fluktuasi harga minyak dunia maupun nilai tukar rupiah dengan memasukkan proyeksi kenaikan biaya ke dalam harga jual saat ini.
“Kami memastikan tidak ada kenaikan harga hingga akhir tahun. Segmen rumah dengan harga Rp600 juta hingga Rp800 juta masih menjadi pasar yang sangat potensial,” ujarnya.
Ke depan, PT Jayaland menargetkan pengembangan Surya Breeze hingga 12 klaster dengan total sekitar 4.000 unit rumah. Saat ini tingkat hunian kawasan tersebut telah mencapai sekitar 65 persen.
Dengan prospek pasar yang dinilai masih positif, perusahaan optimistis mampu membukukan pertumbuhan penjualan sekitar 5–10 persen sepanjang 2026. bj1






