EnergiHeadlineMigas

BPH Migas Libatkan Lulusan PEM Akamigas untuk Perkuat Pengawasan BBM Subsidi

×

BPH Migas Libatkan Lulusan PEM Akamigas untuk Perkuat Pengawasan BBM Subsidi

Sebarkan artikel ini

Jakarta, BisnisJatim.Id – Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memperkuat pengawasan distribusi bahan bakar minyak (BBM) subsidi dan kompensasi agar penyalurannya semakin tepat sasaran. Upaya tersebut dilakukan melalui kerja sama dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Dalam program Ekstensifikasi Pengawasan Pendistribusian Jenis BBM Tertentu (JBT) dan Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP), BPH Migas akan memanfaatkan kompetensi lulusan Politeknik Energi dan Mineral (PEM) Akamigas untuk mendukung pengawasan di lapangan.

Kepala BPH Migas Wahyudi Anas mengatakan keterlibatan lulusan PEM Akamigas merupakan bagian dari strategi memperkuat sumber daya manusia sekaligus memastikan BBM subsidi seperti Biosolar dan Pertalite disalurkan kepada masyarakat yang memang berhak.

“Program ini merupakan upaya menjaga penyaluran BBM agar semakin tepat sasaran bagi masyarakat yang berhak,” ujar Wahyudi, Kamis (6/8/2026).

Menurut dia, sinergi antarunit kerja di lingkungan Kementerian ESDM diperlukan untuk mengoptimalkan sumber daya manusia yang telah dipersiapkan melalui pendidikan di PEM Akamigas.

Sebagai tahap awal pelaksanaan program, sebanyak 30 pegawai akan diterjunkan untuk mendukung kegiatan pengawasan. Dari jumlah tersebut, 28 orang bertugas sebagai pengawas lapangan, sedangkan dua lainnya berperan sebagai analis data.

Sebelum diterjunkan, seluruh peserta telah mendapatkan pembekalan yang meliputi refreshment training, penguatan kompetensi, hingga on the job training (OJT) secara langsung di sejumlah SPBU.

Wahyudi mengatakan keterlibatan lulusan PEM Akamigas sekaligus menjadi bagian dari proses regenerasi sumber daya manusia di sektor hilir migas.

Ia menilai lulusan PEM Akamigas memiliki kombinasi pengetahuan akademik dan kemampuan teknis yang relevan dengan kebutuhan pengawasan distribusi BBM subsidi maupun BBM kompensasi.

“Program ini juga menjadi bukti bahwa lulusan PEM Akamigas merupakan generasi yang andal dan dapat dipercaya untuk mengelola serta meneruskan perjuangan tata kelola di bidang hilir migas,” katanya.

Lebih lanjut, Wahyudi menyebut kompetensi lulusan PEM Akamigas tidak hanya berkaitan dengan aspek teknis produksi migas, tetapi juga mencakup logistik hingga distribusi.

Kemampuan tersebut dinilai dapat menjadi modal bagi pengembangan SDM BPH Migas, khususnya dalam bidang pengawasan, administrasi, serta pengembangan teknologi informasi.

“Kemampuan mereka di bidang tata kelola hilir migas cukup andal, mulai dari produksi, logistik hingga distribusi. Hal ini menjadi salah satu tolak ukur bagi BPH Migas dalam mengembangkan SDM untuk kegiatan pengawasan, penyiapan administrasi, serta pengembangan informasi dan teknologi,” tutur Wahyudi. bj1/ipq