Jakarta, BisnisJatim.Id – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) melihat peluang pertumbuhan bisnis segmen enterprise yang masih cukup besar. Kontribusi bisnis tersebut terhadap pendapatan perseroan saat ini sekitar 11 persen atau setara Rp19 triliun dan berpotensi meningkat hingga 20-30 persen seperti yang dicapai sejumlah perusahaan telekomunikasi global.
Direktur Enterprise & Business Service Telkom Veranita Yosephine mengatakan, penguatan bisnis enterprise menjadi bagian penting dari strategi transformasi perseroan. Hal itu disampaikan dalam diskusi strategis bersama Kepala Badan Pengelola Investasi Danantara sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria dan Managing Director Business-2 Danantara Setyanto Hantoro.
Menurut Veranita, kebutuhan transformasi digital di berbagai sektor terus meningkat sehingga membuka peluang besar bagi Telkom untuk memperluas layanan kepada pelanggan bisnis, pemerintahan, maupun BUMN.
Telkom melalui Telkom Enterprise menawarkan berbagai solusi digital, mulai dari artificial intelligence (AI), cloud, data center, managed services, Internet of Things (IoT), hingga keamanan siber. Seluruh layanan tersebut membutuhkan dukungan konektivitas yang kuat, aman, dan berkapasitas tinggi.
“Indonesia membutuhkan kapabilitas digital nasional yang kuat untuk menjawab tantangan artificial intelligence (AI), keamanan siber, data sovereignty, hingga AI sovereignty,” ujar Veranita.

Ia menambahkan, Telkom terus melakukan penataan bisnis enterprise melalui restrukturisasi organisasi, penguatan tata kelola, serta penyederhanaan proses bisnis. Langkah tersebut diarahkan untuk meningkatkan efisiensi sekaligus membuat layanan semakin responsif terhadap kebutuhan pasar B2B.
Transformasi tersebut juga sejalan dengan strategi TLKM 30 yang tengah dijalankan Telkom. Perseroan berupaya memperkuat integrasi antara jaringan konektivitas, infrastruktur digital, data center, cloud, serta layanan keamanan siber untuk menghadirkan solusi digital secara menyeluruh.
Veranita optimistis pembenahan tersebut dapat meningkatkan kinerja bisnis enterprise sekaligus memperbesar kontribusinya terhadap pendapatan Telkom.
“Dengan transformasi yang tepat, kami optimistis Telkom Enterprise memiliki potensi untuk tumbuh lebih kuat, meningkatkan profitabilitas, sekaligus menjadi salah satu motor pertumbuhan Telkom ke depan,” katanya.
Ke depan, Telkom juga akan memanfaatkan teknologi digital untuk memperbaiki proses internal, mempercepat pelayanan kepada pelanggan, dan menciptakan peluang bisnis baru yang lebih sesuai dengan perkembangan pasar.
Penguatan Telkom Enterprise diharapkan tidak hanya menjadi sumber pertumbuhan baru bagi perseroan, tetapi juga mendukung kebutuhan transformasi digital nasional serta memperkuat kedaulatan digital Indonesia. bj1/iq






