HeadlineKomersialProperti

Dorong Pertumbuhan 2026, PWON Perkuat Recurring Income dan Terus Lakukan Ekspansi Bisnis

×

Dorong Pertumbuhan 2026, PWON Perkuat Recurring Income dan Terus Lakukan Ekspansi Bisnis

Sebarkan artikel ini

Surabaya, BisnisJatim.Id – PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) terus memperkuat strategi bisnis berbasis pendapatan berulang (recurring income) serta pengembangan bangunan ramah lingkungan (green building) guna menjaga pertumbuhan kinerja di tengah kondisi pasar properti yang masih menghadapi tantangan sepanjang 2026.

General Manager Finance PT Pakuwon Jati Tbk, Fenny, mengatakan bahwa sumber pendapatan utama perseroan masih berasal dari recurring income, khususnya sektor pusat perbelanjaan. Kontribusi pendapatan berulang tersebut mencapai sekitar 80 persen dari total pendapatan perusahaan.

“Recurring income tetap menjadi tulang punggung bisnis kami. Kontribusi terbesar berasal dari retail leasing, disusul hotel, serviced apartment, dan perkantoran,” ujar Fenny dalam paparan publik perusahaan, Kamis (11/6).

OPTIMIS TUMBUH: Dari kiri: Minarto Basuki, Ivy Wong, Alexander Stefanus Ridwan dan Fenny saat RUPS optimis tahun 2026 kinerja perseroan tetap tumbuh meskipun pasar properti semakin challenging. Foto RIS

Menurut dia, pendapatan dari penyewaan ruang ritel menyumbang 62 persen terhadap total pendapatan, sementara sektor hotel dan serviced apartment berkontribusi 21 persen. Adapun penyewaan perkantoran memberikan kontribusi 4 persen, sedangkan sisanya berasal dari penjualan kondominium dan rumah tapak.

Untuk memperkuat pendapatan berulang tersebut, Pakuwon terus melakukan ekspansi pusat perbelanjaan di sejumlah kota besar. Di Surabaya, perusahaan tengah menyelesaikan pembangunan Pakuwon Mall Phase 5. Sementara di Jakarta, pengembangan dilakukan melalui proyek Kota Kasablanka dan Pakuwon Mall Bekasi.

Fenny mengungkapkan progres pembangunan Pakuwon Mall Phase 5 saat ini telah mencapai sekitar 30 persen dengan realisasi belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp164 miliar. Perseroan menargetkan proyek tersebut dapat mulai beroperasi pada akhir 2027.

“Tahun ini kami mengalokasikan capex sekitar Rp2,2 triliun untuk mendukung berbagai proyek pengembangan yang sedang berjalan baik di Surabaya, Jakarta, Bekasi maupun lainnya,” katanya.

Saat ini Pakuwon mengoperasikan 11 pusat perbelanjaan di Indonesia dengan total luas area sewa (leasable space) mencapai 859 ribu meter persegi dan tingkat okupansi rata-rata sebesar 96 persen. Dalam lima hingga sepuluh tahun mendatang, luas area sewa ditargetkan meningkat hingga melampaui satu juta meter persegi.

Minarto Basuki, Direktur dan Corporate Secretary PWON menambahkan, dari sisi kinerja keuangan, hingga kuartal I 2026 Pakuwon membukukan pendapatan sebesar Rp1,65 triliun atau tumbuh 6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp1,56 triliun.

Sedangkan tahun 2025, perseroan mencatat pendapatan sebesar Rp7,1 triliun dengan laba bersih mencapai Rp2,9 triliun. Pendapatan terbesar berasal dari sewa pusat perbelanjaan sebesar Rp3,93 triliun, diikuti sektor perhotelan Rp1,42 triliun, penyewaan perkantoran Rp273 miliar, dan development revenue Rp1,49 triliun.

“Dalam RUPS, perusahaan juga membagikan dividen tunai sebesar Rp13 per saham atau senilai total Rp626 miliar kepada para pemegang saham,’ ujar Minarto. bj3