HeadlineIndustriPerdagangan

Demand Missroll Meningkat, Betonjaya Optimis Tahun 2026 Raih Penjualan Rp 137,5 Miliar

×

Demand Missroll Meningkat, Betonjaya Optimis Tahun 2026 Raih Penjualan Rp 137,5 Miliar

Sebarkan artikel ini

Surabaya, BisnisJatim.Id – PT Betonjaya Manunggal Tbk (BTON) optimis tahun 2026 mampu meraih penjualan sebesar Rp 137,5 miliar dengan laba bersih 5 persen dari total penjualan, meskipun pasar besi beton semakin menantang akibat kondisi ekonomi yang belum stabil.

Andik Susanto, Direktur PT Betonjaya Manunggal Tbk mengatakan, kondisi pasar besi beton memang semakin challenging akibat berbagai faktor. Selain ekonomi yang belum stabil, juga kenaikan kurs dolar AS dan masalah geo-politik ikut berpengaruh.

Kendati begitu, pihaknya tetap yakin, hingga akhir tahun 2026, akan mampu meraih penjualan sebesar Rp 137,5 miliar. Jumlah tersebut naik tipis dari tahun 2025 (yoy) yakni sebesar Rp 131 miliar.

“Meskipun pasar besi beton cukup menantang, tapi kami tetap optimis bisa meraih penjualan sebesar Rp 137,5 miliar tahun ini. Kami beruntung, karena banyak pabrik besi baja yang tutup dan diambil China,” ujar Andik usai public expose di kantornya, Selasa (9/6).

OPTIMIS TUMBUH: Andik Susanto (tengah) menjelaskan BTON terus melakukan perluasan pasar untuk meningkatkan kinerja dan optimis tetap tumbuh di 2026.

Untuk itu pihaknya akan melakukan berbagai langkah strategis. Diantaranya adalah membina customer potensial, menjaga dan meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil produksi dengan bahan baku yang efisien.

Selain itu, pihaknya juga terus menjalin Kerjasama dengan banyak developer yang merupakan salah satu pasar potensial Perseroan. Sebab produk besi beton produksi emiten asal Surabaya berkode BTON ini banyak dipakai untuk membangun perumahan.

“Kami juga gencar memasarkan missroll selain waste plate dan besi beton. Karena potensinya besar. Banyak dicari Perusahaan baja sebab impor besi scrab semakin dibatasi,” kata Andik.

Soal kinerja tahun 2026, dia mengaku sangat optimis. Hingga kuartal I/2026, pihaknya berhasil meraih penjualan sebesar Rp 30,7 miliar naik tipis dari tahun lalu periode yang sama yakni sebesar rp 26,2 miliar. Namun laba bersihnya turun dari 10 miliar menjadi Rp 6,9 miliar.

Dari jumlah tersebut sebanyak Rp 12,8 miliar berasal dari produk besi beton. Sedangkan dari waste plate dan missroll masing-masing nilainya sebesar Rp 9,8 miliar dan Rp 7,9 miliar. Tahun lalu periode yang sama masing-masing berkontribusi Rp 12,2 miliar, Rp 10,9 miliar dan Rp 2,9 miliar.

“Karena itu, kami optimis target penjualan tahun ini sebesar Rp 137,5 miliar akan tercapai meskipun kondisi pasar masih belum stabil akibat pelambatan ekonomi,” pungkas Andik. bj3