Jakarta, BisnisJatim.Id – PT Selamat Sempurna Tbk (SMSM) mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan pada semester I 2026 dengan membukukan penjualan bersih konsolidasian sebesar Rp2,65 triliun atau naik 3,65% dibandingkan Rp2,55 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Sejalan dengan kenaikan penjualan, laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk meningkat 3,81% menjadi Rp551 miliar dari Rp531 miliar pada semester I 2025.
Manajemen menyebut pertumbuhan tersebut didukung oleh pengelolaan biaya yang disiplin, peningkatan efisiensi operasional, serta optimalisasi portofolio produk bernilai tambah. Strategi tersebut memungkinkan perseroan menjaga profitabilitas di tengah dinamika pasar.
Dari sisi profitabilitas, Selamat Sempurna berhasil meningkatkan marjin laba bruto menjadi 37% dari sebelumnya 36%. Marjin laba usaha juga naik menjadi 28% dibandingkan 27% pada periode yang sama tahun lalu, sedangkan marjin laba bersih tetap terjaga di level 21%.
Perseroan membukukan Return on Assets (ROA) sebesar 11% dan Return on Equity (ROE) sebesar 12%, mencerminkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan dari aset maupun modal yang dimiliki.

Kontributor pertumbuhan terbesar berasal dari pasar domestik yang mencatat penjualan Rp1,005 triliun atau meningkat 11,49% dibandingkan semester I 2025 sebesar Rp902 miliar. Sementara itu, penjualan ekspor mengalami penurunan tipis 0,62% menjadi Rp1,644 triliun dari sebelumnya Rp1,654 triliun.
Berdasarkan segmen usaha, bisnis distribusi menjadi penyumbang pertumbuhan tertinggi dengan kenaikan 13,55% menjadi Rp913 miliar. Segmen karoseri juga mencatat pertumbuhan signifikan sebesar 20,18% menjadi Rp92 miliar, diikuti radiator yang naik 3,05% menjadi Rp306 miliar dan segmen lainnya meningkat 10,90% menjadi Rp108 miliar.
Di sisi lain, segmen penyaring (filter), yang masih menjadi kontributor utama pendapatan, mencatat penurunan penjualan sebesar 1,88% menjadi Rp1,871 triliun.
Kondisi keuangan perseroan tetap solid hingga akhir Juni 2026. Total aset meningkat 13% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, sedangkan total ekuitas bertambah 10%. Rasio liabilitas terhadap total aset tercatat sebesar 21%, sementara current ratio mencapai 439%, menunjukkan tingkat likuiditas yang kuat serta struktur permodalan yang sehat.
Memasuki paruh kedua tahun ini, manajemen akan terus mengantisipasi perkembangan ekonomi global dan dinamika geopolitik yang berpotensi memengaruhi permintaan pasar. Dengan fundamental yang kuat, SMSM tetap berfokus pada peningkatan efisiensi operasional, pengembangan produk bernilai tambah, serta menjaga profitabilitas.
Untuk sepanjang tahun buku 2026, perseroan menargetkan pertumbuhan penjualan dan laba bersih pada kisaran single digit, dengan margin keuntungan diproyeksikan tetap sejalan dengan pencapaian tahun 2025. bj1/iqp






