Ini Target PGN Sebagai Sub Holding Gas di 2019

 

Dirut PT PGN Tbk Gigih Prakoso bersama Menteri ESDM Ignasius Jonan dan Direktur Perencanaan & Pembangunan Infrastrukur Migas, Alimuddin Baso, saat peresmian Jaringan Gas Bumi untuk Rumah Tangga kota Pasuruan di Ponpes As-Salafiah Pasuruan, Selasa (8/1).

JAKARTA-Berperan sebagai Sub Holding setelah resmi mengakuisisi 51% saham Pertamina Gas (Pertagas), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) cukup optimistis bisa memenuhi target-target pada tahun 2019 ini.

PGN Group telah mencanangkan sejumlah target yang akan dicapai sepanjang tahun 2019. Diantaranya adalah menggarap lini niaga gas bumi hingga 935 BBTUD (Billion British Thermal Unit per Day. Dari segmen usaha transmisi gas ditarget mencapai sebesar 2.156 MMSCFD (Million Standart Cubic Feet Per Day). Lalu, PGN  juga akan mengelolala sebanyak 244.043 pelanggan dan terus mengembangkan infrastruktur hingga total pengelolaan infrastruktur mencapai sepanjang 10.547 kilometer.

Direktur Utama PGN Gigih Prakoso mengungkapkan target-target itu akan dicapai seiring dengan pelaksanaan program kerja yang efektif. Antara lain, pengembangan segmen distribusi di pasar utama dan optimalisasi operasi dan aset di Jawa bagian Barat dan Timur termasuk penyelesaian jalur pipa di beberapa lokasi.

Selain itu, sebagai Sub Holding Gas, PGN juga diamanatkan untuk melakukan percepatan pembangunan dan pengoperasian Jargas. Target hingga 2025 sesuai Rencana Umum Energi Nasional, mencapai 4,7 juta SRT. Untuk dapat merealisasikan target tersebut, PGN mengharapkan dukungan dari Pemerintah dan seluruh stakeholder. “Ini yang kami katakan, bahwa Sub Holding Gas akan lebih mampu untuk memeratakan dan menciptakan keadilan energi untuk masyarakat,” kata Gigih di Jakarta, Senin (21/1).

Selain, ditopang strategi matang yang telah disusun, kinerja yang positif pada 2018 lalu juga menguatkan PGN akan target-target sepanjang 2019. Sampai dengan triwulan ketiga 2018 volume penjualan gas bumi PGN mencapai sebesar 849 BBTUD. Jumlah tersebut melesat dibandingkan periode yang sama pada tahun 2016 yang mencapai 793 BBTUD atau periode yang sama tahun 2017 sebesar 767 BBTUD.

Pada triwulan ketiga tahun lalu, PGN juga mencatatkan volume transmisi gas bumi sebesar 718 MMSCFD. Sedangkan, lifting gas hingga 40.062 BBOE.

“Kinerja yang positif dari PGN Group terutama dipicu kenaikan penjualan gas bumi kepada sektor kelistrikan” ujarn Gigih.

Di sisi kinerja keuangan, tren peningkatan juga terjadi. Hingga triwulan ketiga tahun lalu, PGN mencetak pendapatan sebesar US$2,445 miliar, lebih lebih tinggi dibandingkan periode sama tahun sebelumnya sebesar US$2,165 miliar.

Serangkaian efisiensi yang dilakukan PGN juga berhasil mendongkrak laba bersih maupun laba operasi. Laba bersih sampai dengan triwulan ketiga 2018 mencapai US$218 juta, hal itu ditopang dengan capaian laba operasi yang tinggi, yakni sebesar US$390 juta.

Segaris dengan catatan positif tersebut, aset PGN juga mengalami peningkatan. Tercatat, pada triwulan ketiga 2018 total aset mencapai US$6,661 miliar. Melesat jika disandingkan dengan jumlah nilai aset US$6,293 miliar pada periode sama 2017.(RD)

 

 

Tags: