Surabaya, BisnisJatim.Id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar mampu beradaptasi dengan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) guna meningkatkan daya saing dan skala usaha.
Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari implementasi arahan Presiden Prabowo Subianto yang mendorong pemerintah daerah untuk aktif dalam mempercepat transformasi digital UMKM, termasuk peningkatan literasi teknologi dan perluasan akses pasar.
Khofifah menilai UMKM memiliki peran strategis sebagai penggerak ekonomi daerah, sehingga perlu didukung dengan pemanfaatan teknologi digital yang relevan, termasuk AI.
“Dengan teknologi tersebut, pelaku usaha dinilai dapat meningkatkan produktivitas, efisiensi operasional, serta membuka peluang usaha baru,” katanya dalam keterangan resminya, Jumat (17/4).

Sebagai bentuk dukungan konkret, Pemerintah Provinsi Jawa Timur turut mendukung penyelenggaraan AIM ASEAN Roadshow Surabaya bertema “UMKM Naik Kelas di Era Kecerdasan Buatan (AI)”. Kegiatan ini melibatkan pelaku UMKM dan berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat ekosistem digital di daerah.
Selain itu, Khofifah menekankan pentingnya literasi digital bagi masyarakat agar mampu memanfaatkan teknologi secara bijak sekaligus menghindari potensi penyalahgunaan, seperti penipuan berbasis AI.
Ia juga mendorong keterlibatan talenta dari program Millennial Job Center (MJC) untuk meningkatkan keterampilan (upskilling), sehingga dapat mendampingi pelaku UMKM dalam mengadopsi teknologi AI secara praktis dan berkelanjutan.
Sementara itu, Tiar N. Karbala, Staf Khusus Presiden RI Bidang UMKM dan Teknologi Digital, menyampaikan bahwa AIM ASEAN Roadshow merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memperluas pemerataan pemanfaatan teknologi di berbagai daerah, termasuk Jawa Timur.
Menurutnya, Jawa Timur dipilih karena memiliki potensi besar di sektor UMKM yang dapat dikembangkan melalui pemanfaatan teknologi digital. Program ini juga diharapkan mampu melahirkan wirausahawan baru yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.
“Pemanfaatan AI dapat membuka peluang baru dalam kewirausahaan sekaligus meningkatkan daya saing UMKM secara cepat dan efisien,” ujar Tiar. bj1/tar







