Bisnisjatim.id, Jakarta – Thai Trade Center Jakarta kembali menghadirkan pameran internasional tahunan, Thailand Week 2026. Ajang bergengsi yang mempertemukan para pelaku usaha asal Indonesia dan Thailand ini bakal diselenggarakan pada 24–26 Juli 2026 di Grand Atrium, Pakuwon Mall, Surabaya.
Diselenggarakan di bawah naungan Department of International Trade Promotion (DITP), Ministry of Commerce Thailand, pameran selama tiga hari ini akan berfokus menampilkan merek-merek unggulan gajah putih yang tengah berkembang pesat di pasar Indonesia, khususnya di sektor makanan dan minuman (kuliner) serta produk kecantikan dan kesehatan.
Langkah ekspansi ini didukung oleh tren perdagangan bilateral yang sangat positif. Berdasarkan data Kementerian Perdagangan Thailand, nilai impor produk makanan dan minuman Thailand dari Indonesia menembus angka 500,99 juta dolar AS pada tahun 2024. Angka tersebut melonjak sebesar 18,02% dibandingkan perolehan tahun 2023 yang mencatatkan nilai 424,49 juta dolar AS. Sejalan dengan hal itu, pangsa pasar produk kuliner Indonesia di Thailand pun merangkak naik menjadi 8,46% pada tahun 2024.
Direktur Thai Trade Center Jakarta, Hataichanok Sivara, menegaskan bahwa minat masyarakat Indonesia terhadap produk-produk berkualitas asal Thailand terus menunjukkan grafik peningkatan yang signifikan.
“Oleh karena itu, kami menghadirkan kembali Thailand Week sebagai ruang strategis untuk saling memperkuat kerja sama antara Indonesia dan Thailand. Tahun ini, kami kembali berfokus pada program Business Matching untuk mempertemukan langsung eksportir Thailand dengan para importir, distributor, dan pelaku bisnis di Indonesia demi membangun kemitraan jangka panjang yang saling menguntungkan,” jelas Hataichanok.
Fasilitasi Jaringan Bisnis Lewat Business Matching
Mengusung tema “Excellence Beyond Borders, United in Value”, Thailand Week 2026 akan diramaikan oleh 33 booth pameran. Komposisinya terdiri dari 15 eksportir asal Thailand, 15 importir dari Indonesia, serta 3 booth khusus dari instansi pemerintah Thailand.
Pameran ini mendesain zona Business Matching secara khusus guna memfasilitasi penjajakan kemitraan. Sejumlah merek besar Thailand dengan portofolio produk siap ekspor dipastikan hadir, di antaranya:
-
Sektor Makanan & Minuman: Lam Thap Farm (camilan sehat), WQA World Quality Associate (bumbu kari siap saji S.U.M), Chanthaburi Fruit Products (camilan buah Beefruits), Udomkijpaisarn (bumbu rempah dan buah kering), Supanij Organic (teh herbal), Sriwanna Preserve Foods (buah kering), Dasamut (camilan seafood FullFish), Star Herb Pharma (suplemen herbal dan kopi), Singha Park Chiangrai (teh premium), Sipso Tropical Drink (minuman olahan), Vista Distribution (wafer dan biskuit Vfoods), Li Ming Food Technology (makanan ringan M&D), Chavanaphat (permen buah Roscela), serta R&B Food Supply (bahan baku makanan Uncle Barns’).
-
Sektor Kecantikan & Kesehatan: Bio-Woman Co., Ltd, yang membawa produk unggulan perawatan rambut, kulit, dan kosmetik (Biowoman).
Kehadiran jajaran produsen ini sekaligus merefleksikan transformasi industri hilir Thailand yang kini semakin mengedepankan inovasi, kualitas premium, dan kesiapan penetrasi pasar ritel modern maupun kanal digital di Indonesia.
Terbuka untuk Umum dan Gratis
Selain menjadi wadah pertemuan bisnis, ajang Thailand Week 2026 juga dirancang sebagai sarana pertukaran budaya untuk menarik kunjungan publik secara luas. Festival ini terbuka bagi umum tanpa dipungut biaya (gratis), dan beroperasi mulai pukul 11.00 hingga 21.00 WIB.
Para pengunjung dapat menyaksikan berbagai pertunjukan kebudayaan tradisional Thailand yang disajikan setiap hari, seperti pementasan tari tradisional, demonstrasi bela diri Muay Thai, hingga workshop pembuatan boneka khas Thailand.
Bagi para pelaku usaha, distributor, maupun kolega bisnis lokal yang ingin berpartisipasi dalam sesi Business Matching, panitia menyarankan untuk melakukan registrasi terlebih dahulu secara daring melalui tautan resmi di bit.ly/ThailandWeek2026-BusinessMatching-Invitation.
“Keberhasilan berbagai kolaborasi yang lahir dari Business Matching pada tahun-tahun sebelumnya menjadi bukti nyata bahwa hubungan bisnis yang dibangun melalui interaksi tatap muka langsung mampu menghasilkan nilai ekonomi yang berkelanjutan bagi kedua negara,” pungkas Hataichanok Sivara.(kar)






