IndustriPerdagangan

Kejar Swasembada Gula dengan Percepatan Tanam Tebu

×

Kejar Swasembada Gula dengan Percepatan Tanam Tebu

Sebarkan artikel ini
MENUJU SWASEMBADA: Secara nasional, pemerintah menargetkan pengembangan areal tebu sekitar 97 ribu hektare pada tahun 2026. (IST)

BISNISJATIM.ID – Penguatan hilirisasi tebu menjadi bagian penting dalam membangun swasembada pangan yang berkelanjutan.

Pemerintah tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi gula nasional, tetapi juga memastikan petani memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar melalui penguatan industri pengolahan, kepastian penyerapan hasil panen, serta perluasan akses pasar.

Dengan demikian, petani memiliki insentif yang kuat untuk terus meningkatkan produksi dan menjaga keberlanjutan usaha taninya.

Sekretaris Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Heru Triwidarto menegaskan bahwa pemerintah terus melakukan pengembangan tebu menjadi salah satu program prioritas pemerintah dalam mendukung swasembada gula nasional.

“Hilirisasi merupakan kunci peningkatan nilai tambah komoditas perkebunan. Karena itu, pengembangan tebu harus didukung oleh penguatan industri pengolahan agar manfaat ekonominya semakin besar dan dirasakan langsung oleh petani,” kata Heru dikutip, Jumat (5/6/2026).

Ia menjelaskan, target pengembangan tebu di Provinsi Jawa Tengah pada 2026 mencapai 10.800 hektare.

Hingga saat ini realisasi penanaman telah mencapai sekitar 80 persen atau sekitar 8.800 hektare.

“Masih terdapat sekitar 2.000 hektare yang akan terus dikejar hingga akhir tahun. Kami optimistis target tersebut dapat tercapai melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, industri gula, dan petani,” ujarnya.

Secara nasional, lanjut Heru, pemerintah menargetkan pengembangan areal tebu sekitar 97 ribu hektare pada tahun 2026.

Hingga awal Juni 2026, realisasi telah mencapai sekitar 62 persen dan akan terus dipercepat untuk memenuhi target produksi gula nasional.

Percepatan pengembangan tebu dan penguatan hilirisasi juga menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam menjaga keberlanjutan swasembada pangan.

Selain meningkatkan produksi, pemerintah mendorong terciptanya ekosistem usaha yang mampu memberikan nilai tambah lebih besar bagi petani sehingga kegiatan budidaya tetap menarik dan menguntungkan untuk dijalankan dalam jangka panjang.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan, percepatan tanam tebu menjadi bagian penting dalam mewujudkan swasembada pangan dan swasembada gula sebagaimana arahan Presiden Prabowo Subianto.

“Presiden memberikan perhatian besar terhadap penguatan ketahanan pangan nasional. Karena itu, seluruh jajaran Kementerian Pertanian terus bergerak mempercepat peningkatan produksi komoditas strategis, termasuk gula, melalui perluasan areal tanam, peningkatan produktivitas, serta penguatan kemitraan dengan petani dan industri,” ujar Amran.

Menurutnya, pemerintah berkomitmen memberikan dukungan penuh kepada petani melalui penyediaan benih unggul, mekanisasi, pembiayaan, hingga penguatan hilirisasi agar hasil produksi memiliki nilai tambah yang lebih tinggi.

“Petani harus menjadi pelaku utama yang menikmati manfaat pembangunan pertanian. Karena itu, seluruh program yang dijalankan diarahkan untuk meningkatkan produktivitas, kesejahteraan petani, dan memperkuat ketahanan pangan nasional,” tegasnya. (fia)