Jakarta, BisnisJatim.Id — Pasar perkantoran mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan sebagaimana tercermin dalam laporan terbaru Colliers Quarterly Property Market Report Q1 2026 Sektor Perkantoran di Jakarta dan kota besar lainnya termasuk Surabaya.
Indikasi ini terutama didorong oleh meningkatnya aktivitas relokasi penyewa, tarif sewa yang relatif stabil, serta pasokan yang terbatas yang diharapkan dapat memperkecil celah antara pasokan dan permintaan.
Meskipun pemulihan secara penuh masih akan membutuhkan waktu, namun fundamental pasar secara bertahap mulai membaik. Volume permintaan (inquiry) mengalami peningkatan signifikan, mencerminkan kembali tumbuhnya minat penyewa setelah beberapa tahun lebih berhati-hati.
Aktivitas yang meningkat ini mengindikasikan bahwa perusahaan kembali aktif mengevaluasi strategi kebutuhan perkantoran mereka, dengan mulai merealisasikan rencana relokasi, penambahan maupun perluasan ruang kantor mereka.

Ferry Salanto, Head of Research Colliers Indonesia, mengatakan, berbeda dengan siklus sebelumnya yang sebagian besar didorong oleh perpanjangan sewa, permintaan pada awal tahun 2026 lebih banyak ditandai oleh aktivitas relokasi dan ekspansi ruang kantor.
Perusahaan semakin terdorong untuk meningkatkan kualitas ruang kerja, meningkatkan efisiensi, atau mempertimbangkan ruang kantor di gedung yang lebih modern setelah menempati lokasi yang sama dalam jangka waktu yang panjang.
“Hingga kuartal pertama 2026, tingkat hunian tercatat 75,5%, meskipun moderat namun mencerminkan pemulihan yang berkelanjutan dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2025,” ujar Ferry.
Saat ini, penyewa semakin memprioritaskan tata ruang kantor yang lebih ringkas dan efisien, sejalan dengan struktur organisasi yang lebih ramping, namun tetap mengutamakan kualitas gedung yang tinggi.
Secara khusus, semakin banyak penyewa yang saat ini berada di gedung lama mulai menunjukkan minat untuk pindah ke gedung-gedung yang relatif baru (masih berumur kurang dari 10 tahun), yang umumnya menawarkan kualitas bangunan, aspek ketahanan, dan efisiensi operasional yang lebih baik. bj1






