HeadlineMakroNasional

Kemenhaj Minta Jemaah Haji Indonesia Jaga Kondisi Jelang Puncak Ibadah

×

Kemenhaj Minta Jemaah Haji Indonesia Jaga Kondisi Jelang Puncak Ibadah

Sebarkan artikel ini

Jakarta, BisnisJatim.Id — Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia mengimbau seluruh jemaah haji Indonesia untuk menjaga stamina dan mengurangi aktivitas berat menjelang fase puncak ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Juru Bicara Kemenhaj Maria Assegaff mengatakan kesiapan fisik dan kesehatan menjadi faktor penting agar jemaah dapat menjalankan rangkaian puncak ibadah haji dengan lancar.

“Jemaah diimbau lebih banyak beristirahat, menjaga pola makan, memperbanyak minum air putih, dan tidak memaksakan diri beraktivitas di luar hotel, khususnya saat cuaca sangat panas,” kata Maria, Senin.

Ia menyebut suhu udara di Makkah dan Madinah saat ini berkisar antara 38 hingga 42 derajat Celsius sehingga jemaah diminta lebih waspada terhadap risiko kelelahan dan dehidrasi.

Berdasarkan data operasional hingga hari ke-21 penyelenggaraan haji, sebanyak 341 kelompok terbang (kloter) dengan total 132.057 jemaah serta 1.361 petugas telah diberangkatkan ke Arab Saudi.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 240 kloter dengan 92.767 jemaah dan 960 petugas telah tiba di Makkah setelah sebelumnya berada di Madinah.

Sementara itu, kedatangan gelombang kedua melalui Jeddah tercatat mencapai 67 kloter yang membawa 25.541 jemaah dan 269 petugas. Adapun jemaah haji khusus yang telah tiba di Arab Saudi sebanyak 5.766 orang.

Maria mengingatkan jemaah lanjut usia, penyandang disabilitas, dan kategori risiko tinggi untuk segera melapor kepada petugas kesehatan apabila mengalami gangguan kesehatan seperti sesak napas, nyeri dada, demam, batuk berat, maupun kondisi tubuh melemah.

“Kami meminta jemaah tidak menunda pemeriksaan kesehatan agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat,” ujarnya.

Selain itu, Kemenhaj meminta Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) turut aktif memberikan pendampingan kepada jemaah, terutama terkait edukasi kesehatan, keselamatan, dan kedisiplinan selama menjalankan ibadah.

Kemenhaj juga menerapkan pengaturan mobilitas jemaah sebagai langkah antisipasi menjelang fase Armuzna. Jemaah diminta mengikuti seluruh arahan petugas terkait pergerakan dari hotel menuju Masjidil Haram, perjalanan Madinah ke Makkah, hingga persiapan puncak haji.

Bagi jemaah gelombang kedua yang berangkat melalui Jeddah, Maria mengimbau agar sudah mengenakan kain ihram sejak dari embarkasi karena proses miqat dilakukan dalam perjalanan menuju Arab Saudi sebelum melanjutkan umrah wajib di Makkah.

Di bidang layanan kesehatan, hingga saat ini tercatat 67 jemaah masih menjalani perawatan di rumah sakit Arab Saudi.

Kemenhaj juga melaporkan satu jemaah wafat pada Ahad (10/5), yakni Kasiani Sigito Tarmidi dari kloter KNO 8 asal Kota Medan, Sumatera Utara. Dengan tambahan tersebut, jumlah jemaah wafat di Arab Saudi hingga kini mencapai 24 orang.

“Atas nama Kemenhaj, kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga almarhumah. Semoga mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT,” kata Maria.

Ia turut mengapresiasi dedikasi para petugas haji Indonesia yang terus memberikan pelayanan bagi jemaah selama proses operasional berlangsung.

Maria berharap seluruh jemaah dapat menjaga kondisi tubuh dan mempersiapkan diri sebaik mungkin agar mampu menjalani rangkaian puncak ibadah haji dengan aman dan khusyuk. bj5