BISNISJATIM.ID – Kepala Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) Malang, Asep Kusdinar, menggelar diskusi strategis bersama Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur, Lutfil Hakim, di Kantor PWI Jatim, Jalan Taman Apsari, Surabaya, Kamis (25/6/2026).
Pertemuan hangat tersebut fokus membahas berbagai potensi strategis kawasan Jawa Timur bagian selatan, sekaligus pentingnya membangun narasi bersama guna mendorong percepatan pembangunan menuju kawasan Malang Megapolitan.
Karakteristik Beragam, Pembangunan Berbasis Potensi Lokal
Dalam diskusi tersebut, Asep Kusdinar menegaskan bahwa wilayah kerja Bakorwil Malang memiliki karakteristik yang sangat kaya dan beragam—mulai dari kawasan perkotaan, pegunungan, pertanian, hingga wilayah pesisir.
Menurut Asep, setiap daerah di kawasan Jatim bagian selatan memiliki habit, karakter sosial, budaya, serta keunggulan ekonomi yang berbeda-beda. Oleh karena itu, pendekatan pembangunan tidak bisa disamaratakan, melainkan harus disesuaikan dengan kekhasan masing-masing.
“Setiap daerah memiliki kekhasan dan karakter yang menjadi kekuatan pembangunan. Karena itu, pengembangan kawasan Jawa Timur bagian selatan harus dibangun berdasarkan potensi lokal sehingga mampu tumbuh secara berkelanjutan dan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat,” ujar Asep.
Menepis Hambatan Lewat Konsep ‘Malang Megapolitan’
Lebih lanjut, Asep meluruskan konsep Malang Megapolitan agar tidak disalahartikan hanya sebagai perluasan area perkotaan beton semata. Konsep ini sejatinya adalah sebuah payung integrasi untuk:
1. Membangun konektivitas yang kuat antardaerah.
2. Memperkuat pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru untuk meningkatkan daya saing wilayah.
3. Mengoptimalkan sektor-sektor unggulan seperti pariwisata, pertanian, industri kreatif, pendidikan, hingga investasi.
Untuk mewujudkan visi besar ini, infrastruktur fisik saja tidak cukup. Diperlukan penguatan komunikasi publik agar masyarakat paham dan terlibat aktif, di mana media massa memegang peran yang sangat krusial.
“Media memiliki peran strategis dalam membangun optimisme sekaligus memperkenalkan potensi-potensi besar yang dimiliki Selatan Jawa Timur. Narasi pembangunan yang positif akan menjadi energi bersama dalam mempercepat kemajuan kawasan,” tambah Asep.
PWI Jatim Siap Jadi Mitra Strategis
Merespons gagasan tersebut, Ketua PWI Jawa Timur, Lutfil Hakim, memberikan sambutan positif. Ia menilai konsep Malang Megapolitan merupakan strategi jitu untuk memperkuat otot perekonomian Jawa Timur secara keseluruhan.
Lutfil menegaskan bahwa pers memiliki tanggung jawab moral untuk menyajikan informasi yang objektif, edukatif, dan mampu memantik optimisme publik terhadap agenda pembangunan daerah.
“Kami siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyampaikan informasi pembangunan secara profesional dan berimbang. Potensi Selatan Jawa Timur sangat besar dan perlu terus diperkenalkan kepada masyarakat luas melalui pemberitaan yang berkualitas,” tegas Lutfil.
Ia juga menambahkan bahwa kolaborasi antara birokrasi dan media adalah pilar penting dalam menciptakan ekosistem komunikasi publik yang sehat, sehingga potensi daerah dapat terpublikasikan secara masif dan berdampak konkret bagi pembangunan.
Harapan ke Depan
Pertemuan ini diharapkan menjadi momentum awal penguatan sinergi antara Bakorwil Malang dan insan pers dalam mengawal pembangunan di koridor selatan Jawa Timur. Kolaborasi ini ditargetkan mampu memperkuat posisi Malang Raya sebagai episentrum pertumbuhan ekonomi baru yang berdaya saing, inklusif, dan berkelanjutan. (XKV)






