HeadlineKomersialProperti

Q1/2026, Kawasan Industri Terserap 90 Persen, Purwakarta dan Subang Jadi Pilihan Menarik

×

Q1/2026, Kawasan Industri Terserap 90 Persen, Purwakarta dan Subang Jadi Pilihan Menarik

Sebarkan artikel ini

Jakarta, BisnisJatim.Id – Laporan terbaru Quarterly Property Market Report Q1 2026, Jakarta Sektor Kawasan Industri, dari Colliers menunjukkan perubahan besar dalam pasar kawasan industri di Bodetabek.

Karena kawasan populer seperti Bekasi dan Karawang mulai kehabisan lahan, aktivitas industri bergeser ke arah timur menuju Purwakarta dan Subang. Wilayah-wilayah ini kini menjadi pusat baru bagi pertumbuhan ekonomi.

Meskipun situasi ekonomi global masih diwarnai ketidakpastian, pasar industri Indonesia menunjukkan daya tahan yang solid. Penyerapan lahan pada kuartal pertama tahun 2026 mencapai hampir 90 hektar, angka yang jauh melampaui pencapaian pada periode yang sama tahun lalu. Fenomena ini menandakan bahwa minat pasar tetap tinggi meski investor cenderung lebih selektif dalam mengambil keputusan.

Ketersediaan lahan di kawasan industri matang di Bekasi dan Karawang tetap terbatas, dengan tidak adanya pasokan baru yang masuk pada Q1 2026. Hal ini memaksa para pelaku industri untuk mengevaluasi lokasi alternatif yang menawarkan fleksibilitas ekspansi jangka panjang.

Ferry Salanto, Head of Industrial & Logistics Services menyebutkan bahwa Keterbatasan lahan di kawasan matang mendorong penyewa untuk mempertimbangkan lokasi lebih ke timur, di mana lahan luas dan harga yang lebih kompetitif masih tersedia”.

Purwakarta mulai menunjukkan taringnya dengan transaksi mencapai 22 hektar di Jatiluhur Industrial Smart City (JISC), yang didominasi oleh perusahaan manufaktur lokal. Sementara itu, Subang diproyeksikan menjadi pusat pertumbuhan masa depan dengan kehadiran pabrik BYD dan dukungan Pelabuhan Patimban.

Pertumbuhan kuartal ini tidak hanya bergantung pada satu sektor. Selain manufaktur, sektor Pusat Data (Data Center) dan Kimia memberikan kontribusi besar, mencakup lebih dari 36% dari total akuisisi lahan. Transaksi terbesar tercatat di koridor barat (Cilegon) dengan luas 26 hektar, mencakup industri petrokimia dan pipa.

Dari sisi harga, rata-rata harga permintaan lahan industri naik menjadi USD 181,59 per meter persegi. Pertumbuhan harga paling terlihat di wilayah berkembang seperti Subang, yang didorong oleh perbaikan infrastruktur dan momentum investasi yang terus menguat.

Proyeksi Masa Depan

Colliers memprediksi pasar industri akan memasuki fase konsolidasi. Keberhasilan pengelola kawasan industri di masa depan akan sangat bergantung pada kesiapan infrastruktur, keandalan utilitas, dan kemudahan proses perizinan untuk menarik minat investor teknologi tinggi dan operator pusat data.

Colliers sebelumnya telah merilis market insights terkait topik ini. Silakan klik di sini untuk meninjau temuan kami sebelumnya dan tetap terinformasi mengenai tren pasar industri terkini. bj1