Jakarta, BisnisJatim.Id — Operasional penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi telah memasuki hari ke-10 dengan proses keberangkatan dan kedatangan jemaah yang berjalan lancar di berbagai titik layanan.
Hingga 29 April 2026, tercatat sebanyak 138 kelompok terbang (kloter) dengan total 54.604 jemaah telah diberangkatkan ke Tanah Suci. Sementara itu, 132 kloter dengan jumlah 52.343 jemaah telah tiba di Madinah dan mulai menempati akomodasi yang disiapkan pemerintah.
Juru Bicara Kementerian Haji, Suci Annisa, menyampaikan bahwa secara umum pelaksanaan operasional haji berlangsung tertib dan jemaah mendapatkan layanan yang optimal.
“Memasuki 30 April 2026, jemaah secara bertahap mulai diberangkatkan dari Madinah menuju Makkah untuk melanjutkan rangkaian ibadah hingga puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina,” ujar Suci.

Di bidang kesehatan, Kemenhaj mencatat lima jemaah dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) dan 89 lainnya mendapatkan perawatan di rumah sakit Arab Saudi. Saat ini, sebanyak 49 jemaah masih menjalani perawatan intensif.
Kemenhaj juga melaporkan dua jemaah Indonesia wafat, masing-masing berasal dari kloter PDG-04 asal Kota Bengkulu dan kloter BTH-05 asal Kabupaten Kampar, Riau. Pemerintah menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan.
Terkait insiden kecelakaan bus di Madinah yang melibatkan jemaah dari kloter SUB-02 dan JKS-01, seluruh korban dengan luka ringan telah mendapatkan penanganan medis dan kondisi mereka terus membaik.
“Satu jemaah masih menjalani perawatan di rumah sakit setempat dengan pemantauan petugas Kesehatan,” ujarnya.
Hasil evaluasi menunjukkan insiden tersebut berkaitan dengan kegiatan di luar program resmi yang dilakukan oleh Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) tanpa koordinasi dengan petugas. Kemenhaj menegaskan akan menjatuhkan sanksi tegas terhadap pihak yang melanggar aturan.
Pemerintah juga kembali mengingatkan seluruh KBIHU agar mematuhi ketentuan operasional dan memastikan setiap kegiatan jemaah terkoordinasi dengan petugas kloter maupun sektor.
Sebagai bagian dari layanan resmi, pemerintah telah menyediakan program ziarah gratis di Madinah ke sejumlah lokasi, seperti Masjid Quba, Masjid Qiblatain, dan Jabal Uhud, yang dilaksanakan secara aman dan terorganisir. bj1







