Surabaya, BisnisJatim.Id — Meskipun kondisi ekonomi masih melambat, namun pasar properti terutama apartemen cenderung stabil pada kuartal pertama tahun 2026. Kondisi ini didukung oleh permintaan berbasis insentif serta meningkatnya preferensi terhadap unit siap huni.
Berdasarkan data Colliers, sekitar 50% dari hampir 300 unit yang terjual pada kuartal pertama tahun 2026, dikontribusi oleh apartemen siap huni. Tren ini mencerminkan dampak insentif PPN DTP yang berlaku 100% sepanjang tahun, sehingga semakin memberikan kepastian finansial kepada calon pembeli secara langsung.
Dari sisi pasok, dijadwalkan sekitar 2.000 unit selesai di tahun 2026di Jakarta. Namun, baru sekitar 10% yang terealisasi pada kuartal pertama tahun 2026. Progres ini bisa jadi mengindikasikan potensi pergeseran jadwal penyelesaian sejumlah proyek sepanjang tahun 2026.
Dari sisi geografis, Jakarta Selatan terus memperkuat posisinya sebagai koridor paling aktif, dengan kontribusi sekitar 60% dari total pasok sepanjang tahun 2026.

Ferry Salanto, Head of Research Colliers Indonesia, menyampaikan, “Untuk sisa tahun 2026, apabila seluruh proyek selesai tepat waktu, maka akan merepresentasikan sekitar 70% dari total pasok selama periode tahun 2026–2029. Artinya, berdasarkan konstruksi saat ini, proyeksi pasok mendatang setelah tahun 2026 akan sangat terbatas.”
Dari sisi harga, alih-alih menurunkan, pengembang bersaing melalui insentif yang lebih kreatif, selain potongan harga, pengembang juga menawarkan unit yang telah dilengkapi furnitur, serta semakin mendorong pembiayaan KPR, guna meningkatkan minat pembeli di tengah kondisi pasar yang cenderung selektif.
Secara rerata harga relatif stabil, meskipun mencatat sedikit pertumbuhan di beberapa kawasan. Ke depan harga berpotensi mengalami tekanan seiring meningkatnya biaya konstruksi akibat dinamika geopolitik global, yang sangat mungkin memengaruhi pengembangan proyek-proyek baru.
“Pada saat bersamaan, pengembang lebih fokus pada penjualan stok yang masih tersedia ketimbang meluncurkan proyek baru. Situasi ini mencerminkan pendekatan yang lebih konservatif dibanding periode agresif sebelum pandemi,” tutup Ferry. bj1






