HeadlineIndustriPerdagangan

Busan Dorong Sinergi Kemendag dan Kadin Indonesia Perkuat Perdagangan Nasional

×

Busan Dorong Sinergi Kemendag dan Kadin Indonesia Perkuat Perdagangan Nasional

Sebarkan artikel ini

Jakarta, BisnisJatim.Id – Menteri Perdagangan Budi Santoso menekankan pentingnya kolaborasi strategis antara Kementerian Perdagangan Republik Indonesia dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia guna memperkuat kinerja perdagangan nasional di tengah tantangan global.

Hal tersebut disampaikan dalam pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kadin Bidang Perdagangan 2026 di Jakarta, Kamis (30/4). Forum ini diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi kebijakan serta peta jalan percepatan perdagangan nasional periode 2025–2029.

Menurut Mendag yang akrab disapa Busan ini, penguatan pasar domestik, ekspansi ekspor, serta peningkatan daya saing produk lokal menjadi fokus utama pemerintah dalam menjaga stabilitas perdagangan.

“Kadin sebagai mitra strategis yang berperan menjembatani kepentingan dunia usaha dengan pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah,” kata Budi, dalam keterangan resminya.

Dalam penguatan pasar dalam negeri, Kemendag terus mendorong penggunaan produk lokal serta melindungi pasar melalui instrumen perdagangan internasional seperti antidumping dan safeguard. Upaya tersebut juga tercermin dari dominasi produk dalam negeri di ritel modern yang kini mencapai sekitar 80 persen.

Di sisi lain, pemerintah mempercepat penyelesaian berbagai perjanjian dagang dengan negara mitra guna membuka akses pasar global yang lebih luas bagi produk Indonesia. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing sekaligus mendorong penetrasi ekspor.

Melalui program “UMKM BISA Ekspor”, Kemendag juga memperluas peluang pelaku usaha kecil untuk masuk ke pasar internasional.

Program ini didukung jaringan perwakilan perdagangan Indonesia di 33 negara, yang membantu pelaku usaha menemukan pembeli di luar negeri. Sepanjang 2025, program tersebut mencatatkan transaksi sekitar USD 134,8 juta, dengan mayoritas pelaku merupakan eksportir baru.

Selain itu, Kemendag mengembangkan program “Campuspreneur” untuk mencetak wirausaha muda berorientasi ekspor serta “Desa BISA Ekspor” guna memperluas basis eksportir hingga ke daerah.

Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya N. Bakrie, menyatakan dunia usaha tetap berkomitmen menjaga pertumbuhan di tengah tekanan ekonomi global. Ia menilai strategi efisiensi yang diiringi ekspansi usaha perlu didukung kebijakan yang adaptif, termasuk relaksasi pembiayaan, penyederhanaan regulasi, dan penguatan akses pasar.

“Kolaborasi erat antara pemerintah dan dunia usaha menjadi kunci dalam menjaga ketahanan sektor usaha sekaligus memanfaatkan peluang di tengah dinamika global,’ ungkap Anindya.

Mendag pun optimistis sinergi tersebut dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional hingga mencapai target 8 persen secara berkelanjutan. bj1