Surabaya, BisnisJatim.Id – Menjelang penutupan tahun 2025, geliat optimisme mulai terlihat di sektor properti. Para pengembang memproyeksikan pasar tahun 2026 akan lebih bergairah, termasuk Royal Residence yang telah menyiapkan strategi ekspansi besar melalui pengembangan area komersial dan peluncuran cluster baru.
Direktur Utama Royal Residence, Lodwyk Wattimena, mengungkapkan bahwa pada tahun 2026 perusahaan akan memprioritaskan pembangunan fasilitas komersial untuk menciptakan keramaian di dalam kawasan perumahan. Selama ini, aktivitas dan arus pengunjung lebih banyak terjadi di luar area hunian.
“Tahun depan kami ingin memperbanyak fasilitas komersial agar tercipta keramaian dalam perumahan. Kami juga sudah melakukan konsultasi dengan Pemkot terkait rencana pengembangan ini,” ujar Lodwyk di sela acara Macaw Competition, Sabtu (6/12).

Ia menambahkan, kehadiran area komersial tidak hanya menjadi pusat aktivitas baru, tetapi juga berpotensi mendongkrak penjualan unit hunian. Beberapa investor disebut telah menyatakan minat untuk bergabung.
Salah satu proyek besar yang segera dibangun adalah Kampus Universitas Petra dan Rumah Sakit Petra di atas lahan seluas 10,5 hektare, yang dijadwalkan mulai konstruksi awal 2026. Selain itu, telah ada investor baru asal Surabaya yang membeli lahan di bawah 5 hektare, meski identitasnya belum dapat dipublikasikan.
“MoU sudah kami lakukan, tetapi detail investornya belum bisa kami sampaikan sekarang. Tunggu nanti,” kata Lodwyk.
Selain itu, Royal Residence juga menyiapkan lebih dari 1 hektare area untuk Food Festival, yang akan diisi oleh anchor tenant kuliner dan brand buah-buahan berskala besar. Desain area ini sudah rampung dan ditargetkan final pada semester I/2026.
Sementara itu, Marketing Manager Royal Residence, Dinna, menyampaikan bahwa target penjualan tahun ini tercapai berkat transaksi lahan dalam jumlah besar, meskipun secara umum pasar properti masih melambat akibat ekonomi yang belum tumbuh signifikan.
Untuk itu, pihaknya tetap memaksimalkan penjualan melalui cluster Organica yang menyasar segmen premium dengan harga Rp 4,5–7 miliar. Klaster Organica dikembangkan bertahap. Total ada 69 unit. Peanut A sebanyak 25 unit, Peanut B,23 unit dan Peanut C sebanyak 21 unit.
Saat ini dipeanut A sudah terjual sekitar 50 persen lebih. Dan diharapkan semester I/2026 sisa unit akan habis. Selanjutnya dilakukan pengembangan tahap 2 yakni Peanut B dan Peanut C.
Selain itu, pihaknya juga ada ada beberapa unit yang sudah ready stock di beberapa cluster. Misalnya di cluster Serenade ada 10 unit ready stock dengan harga antara Rp 1,4 – Rp 1,6 miliar. Sementara di cluster Oakwood ada 8 unit yang ready stock. Juga ada di cluster lain dengan harga mulai Rp 700-an juta.
“Semua unit yang ready stock bisa ikut program PPN DTP dan tinggal menempati saja. Kami juga rencana mengembangkan cluster baru tahun depan dengan range harga antara Rp 2-3 miliaran,” kata Dinna.
Macaw Competition 2025

Terkait soal acara Warrior Cup Royal Residence Macaw Free Fly, Lodwyk Wattimena menjelaskan, acara lomba burung Macaw ini merupaka kerjasama dengan para komunitas burung Macaw. Kegiatan ini diklaim sebagai yang pertama di Surabaya dan di Jatim. Acara ini diikuti banyak peserta dari berbagai kota di Indonesia. Bahkan ada beberapa peserta dari Malaysia dan Singapura yang datang kesini untuk menghadiri acara menarik ini.
“Kami senantiasa rutin mengadakan berbagai event disini untuk memperkenalkan kawasan hunian dan komersial Royal Residence. Dan kali ini kami adakan kompetisi burung Macaw. Ini burung yang harganya sangat mahal dan perlu pemeliharaan secara khusus. Kami berharap, dengan kegiatan seperti ini, makin banyak yang mengenal dan mengetahui progres di Royal Residence. Biasanya ada yang tertarik dan beli,” ungkap Lodwyk. BJ3







