HeadlineKesehatanRagam

Menkes Resmikan Layanan PET Scan & Radioterapi di RS Kemenkes Surabaya

×

Menkes Resmikan Layanan PET Scan & Radioterapi di RS Kemenkes Surabaya

Sebarkan artikel ini

Surabaya, BisnisJatim.Id – Untuk memperkuat layanan rujukan kesehatan nasional, Rumah Sakit Kementerian Kesehatan Surabaya (RS Kemenkes Surabaya) meresmikan layanan PET Scan dan Radioterapi, sekaligus menandai keberhasilan tindakan bedah jantung Minimal Invasif Bypass Koroner (MICS-CABG) dan Perbaikan Katup Mitral (MV-repair) perdana.

Peresmian yang dihadiri oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin bersama jajaran pejabat Kemenkes ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan RS Kemenkes Surabaya sebagai rumah sakit rujukan nasional di wilayah Indonesia Timur.

“Layanan Positron Emission Tomography (PET) Scan yang diluncurkan hari ini merupakan yang pertama dan satu-satunya di Jawa Timur dan Indonesia Timur. Kini pasien tidak harus ke Jakarta atau ke luar negeri, karena sekarang PET Scan sudah ada di RS Kemenkes Surabaya,” ujar Budi Sadikin, saat Pers Conference, Senin (17/11).

LAYANAN PET SCAN DIRESMIKAN: Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin bersama dr. Martha M.L Siahaan, SH., MARS., MH.Kes menjelaskan layanan PET Scan dan Radiologi di RS Kemenkes Surabaya sudah bisa dimanfaatkan masyarakat Surabaya, Jatim dan Indonesia Timur. Foto RIS

Teknologi ini memungkinkan deteksi dini berbagai kondisi jantung, gangguan saraf, serta kasus kanker dengan tingkat akurasi yang sangat tinggi. PET Scan juga berperan penting dalam proses staging, restaging, dan pemantauan respons terapi kanker, sehingga penatalaksanaan pasien dapat dilakukan secara lebih terpersonalisasi.

Kehadiran layanan ini menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas diagnosis di Jawa Timur dan sekitarnya. Dengan proses yang lebih cepat, aman, dan akurat, pasien dapat memperoleh penanganan yang tepat waktu tanpa harus bepergian ke luar negeri.

“Kami berharap fasilitas ini dapat menjadi pusat rujukan regional serta mendukung percepatan transformasi layanan Kesehatan. Nanti pasien dari Jatim dan Indonesia Timur bisa memanfaatkan layanan di RS Kemenkes Surabaya. Kedepan kami juga akan bangun layanan PET Scan di Sulawesi, Maluku, Papua dan NTT sehingga tidak jauh-jauh,” tambahnya.

Saat ini untuk layanan PET Scan dan Radiologi memang belum bisa menggunakan fasilitas BPJS. Namun kedepan akan bisa. Sekarang lagi disiapkan aturanya. Dan sejak dibuka tanggal 16 September 2025, sudah ada 66 pasien yang memanfaatkan layanan PET Scan dan Radiologi.

“Bayangkan, baru dibuka sudah ada 66 pasien. Nanti kalau sudah bisa pakai BPJS tentu akan lebih banyak lagi. Namun saat ini untuk bedah jantung sudah bisa pakai BPJS,” ujar mantan Dirut Bank Mandiri ini.

Sementara itu, Direktur Utama RS Kemenkes Surabaya, dr. Martha M.L Siahaan, SH., MARS., MH.Kes,menambahkan, RS Kemenkes Surabaya merupakan RS Umum Kemenkes pertama di Surabaya, Jatim dan Indonesia. Hal ini tentunya akan mengurangi antrian pelayanan pasien utamanya untuk pelayanan penyakit kanker, jantung, stroke, ginjal dan lainya.

“Surabaya sebagai kota terbesar kedua setelah Jakarta, tentunya sangat membutuhkan layanan seperti PET Scan. Selama ini banyak pasien dari Surabaya, Jatim dan Indonesia Timur terpaksa harus ke Jakarta atau ke luar negeri untuk PET Scan, sekarang tidak perlu lagi. Semua bisa dilakukan disini,” ujar dr Martha.

Dikatakan, selain PET Scan, RS Kemenkes Surabaya juga terdapat fasilitas Radioterapi. Alat ini merupakan layanan unggulan yang mampu menyediakan terapi radiasi eksterna lengkap mulai teknik konvensional, hingga teknik stereotaktik presisi tinggi dengan dukungan peralatan tercanggih seperti sistem CT Simulator 4 Dimensi dan Active Breathing Coordinator (ABC) system untuk menunjang ketepatan radiasi.

Selain itu, layanan radiasi interna (brakhiterapi) yang telah memperoleh persetujuan operasional dari BAPETEN menjadi kekuatan tambahan dalam memastikan pelayanan kanker berjalan aman, efisien, dan sesuai standar regulasi nasional.

“Hal ini tentunya akan signifikan dalam mengurai antrian panjang radioterapi di Jatim dan Indonesia Timur. Sekaligus memperkuat kapasitas jejaring kanker Kemenkes di Jawa Timur dan sekitarnya,” pungkas dr Martha. BJ3