Surabaya, BisnisJatim.Id – RS Kemenkes Surabaya sukses melakukan operasi bedah jantung Minimal Invasif Bypass Koroner (MICS-CABG) dan Perbaikan Katup Mitral (MV-repair) perdana. Pasien pertama Bernama Dwi Pujianto saat masih perawatan setelah menjalani operasi bedah jantung dengan menggunakan fasilitas BPJS.
Saat hadir dalam acara launching fasilitas PET Scan dan Radioterapi RS Kemenkes Surabaya, Dwwi Pujianto (67) bercerita, Tindakan operasi bedah jatung dilakukan pada tanggal 17 Oktober 2025. Semua ditangani dokter muda yang berpengalaman.
Hasilnya cukup menggembirakan. Tindakan operasi berjalan dengan baik dan lancar. Tidak ada kendala apapun selama proses operasi bedah jantung Bypass coroner. Dan saat ini dia menjalani pemulihan Kesehatan di rumah. Yang menarik, operasi tersebut dilakukan tanpa dikenakan biaya sama sekali. Karena semua dikaver pakai fasilitas BPJS.
“Kami menghimbau pada saudara-saudara kami yang lain yang mempunyai masalah Kesehatan jantung seperti saya, bisa berobat ke RS Kemenkes. Tidak perlu ke Jakarta atau Luar negeri. Cukup disini sudah bisa ditangani. Dan bisa mnggunakan BPJS full. Tidak dipungut biaya,” kata Dwi saat memberikan testimoni dihadapan puluha media, Senin (17/11).

Direktur Utama RS Kemenkes Surabaya, dr. Martha M.L Siahaan, SH., MARS., MH.Kes, menjelaskan dengan alaata yang canggih dan didukung tim dokter yang professional, semua operasi berjalan lancar.
Terobosan operasi bedah jantung Minimal Invasif Bypass Koroner (MICS-CABG) dan Perbaikan Katup Mitral (MV-repair) ini sangat penting. Operasi dilakukan melalui sayatan kecil dengan pemulihan lebih cepat dan risiko komplikasi yang lebih rendah.
“Keberhasilan ini menandai kesiapan RS Kemenkes Surabaya untuk menjadi pusat layanan jantung dan pembuluh darah unggulan di kawasan timur Indonesia,” katanya.
Pada pasien penyakit jantung koroner saat ini dapat dioperasi MICS offpump cabg tanpa membelah tulang dada hanya melalui sela iga, sehingga penyembuhan luka pasien lebih baik, nyeri pasca operasi juga lebih baik daripada sternotomy yang memotong tulang dada.
Sedangkan pada pasien kedua dilakukan operasi mitral valve repair atau perbaikan katup jantung dilakukan melalui sternotomy. Perbaikan katup masih meninggalkan jaringan pasien sendiri, tidak menggunakan katup buatan sehingga pasien cukup mengkonsumsi pengencer darah selama 3 bulan tidak perlu seumur hidup dibandingkan katup mekanik.
“Kedua operasi diatas dilaksanakan dengan dasar agar kualitas hidup pasien lebih baik,” ungkap dia.
Dengan hadirnya layanan berteknologi tinggi seperti PET Scan, Radioterapi, dan bedah jantung Minimal Invasif (MICS), RS Kemenkes Surabaya siap berperan dalam mendukung pengembangan medical tourism di Indonesia.
“Dengan diresmikannya layanan PET Scan pertama di Jawa Timur serta keberhasilan bedah jantung minimal invasif, kami tidak hanya meningkatkan mutu layanan kesehatan masyarakat, tetapi juga berkontribusi pada pengembangan medical tourism nasional,” tutup dr. Martha. BJ3







