Bisnisjatim.id, Surabaya – Mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahudin Uno, memberikan motivasi penuh semangat kepada ratusan pengusaha muda dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) XVII dan Forum Bisnis Daerah (Forbisda) BPD HIPMI Jawa Timur, Kamis (23/10/2025).
Dalam acara yang berlangsung hangat itu, Bang Sandi—sapaan akrabnya—menekankan pentingnya etos kerja 3 AS: kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas sebagai kunci bertahan dan sukses di tengah persaingan dunia usaha yang semakin ketat.
“Nyari kerja itu sekarang semakin susah. Tapi kalian semua sudah mengambil keputusan hebat, bukan jadi pencari kerja, tapi pencipta lapangan kerja,” ujar Sandiaga disambut tepuk tangan meriah peserta.
Ia kemudian berbagi kisah pribadinya saat memulai bisnis pada masa krisis ekonomi 1996–1997. Setelah kehilangan pekerjaan akibat PHK, Sandi justru menemukan semangat baru untuk bangkit bersama sahabatnya, Rosan Perkasa Roeslani, dengan mendirikan perusahaan Rekapita yang menjadi cikal bakal grup bisnis besar hingga kini mempekerjakan lebih dari 30.000 karyawan di seluruh Indonesia.
“Saya memulai usaha karena kecelakaan, bukan perencanaan besar. Tapi dari situ saya belajar arti kerja keras. You can do it! Kalian pun bisa melakukannya,” serunya memotivasi peserta.
Selain kerja keras, Sandiaga juga menekankan pentingnya kerja cerdas, yakni kemampuan beradaptasi dan memanfaatkan teknologi. “Sekarang semua serba cepat dengan Wi-Fi. Gunakan teknologi, riset, dan inovasi agar kerja kalian lebih produktif,” pesannya.
Tidak kalah penting, menurut Sandi, seorang pengusaha juga harus kerja ikhlas—menyelesaikan pekerjaan dengan sepenuh hati dan menyerahkan hasilnya kepada Tuhan. “Kerja tuntas dan ikhlas itu bagian dari mental sukses. Do your best and let Allah do the rest,” ujarnya.
Bang Sandi juga menyoroti bahwa kunci sukses bukan hanya modal uang, tetapi mental, mindset, dan jaringan pertemanan. Ia menyebut HIPMI sebagai wadah luar biasa untuk membangun relasi bisnis yang berkelanjutan. “Kita mungkin tiga tahun di HIPMI, tapi persahabatannya Insyaallah abadi. Gunakan HIPMI untuk saling menguatkan,” katanya.
Terkait potensi ekonomi, Sandi menegaskan bahwa Jawa Timur kini menjadi hub ekspor aktif dengan peluang besar di sektor UMKM. Ia mendorong pengusaha muda Jatim memperluas pasar hingga level global. “Pasar dunia sudah terbuka. Saatnya pengusaha Jatim naik kelas dari nasional menjadi global,” ujarnya tegas.
Dalam penutupnya, Sandiaga mengingatkan pentingnya kreativitas, konektivitas, dan kolaborasi untuk menghadapi masa depan. “HIPMI harus jadi penghubung antara pengusaha, pemerintah, akademisi, dan masyarakat,” ujarnya.
“Tidak ada yang instan dalam meraih sukses. Semua butuh kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas. Di balik setiap tantangan, selalu ada peluang bagi mereka yang mau berusaha,” pungkasnya.(kar)







