Bisnisjatim.id, Surabaya – Industri waralaba terus menunjukkan kontribusi penting bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia, terutama melalui penciptaan lapangan kerja. Tren tersebut tercermin dalam pameran Info Franchise & Business Concept (IFBC) 2025 yang resmi dibuka di Grand City Convex Surabaya, Jumat (12/9/2025).
Sebanyak 139 brand franchise dari berbagai sektor—mulai kuliner, agrobisnis, hingga ritel—ikut serta dalam pameran yang akan berlangsung hingga 14 September mendatang. Kehadiran ratusan brand ini diharapkan menjadi rujukan bagi masyarakat yang ingin memulai langkah baru di dunia usaha.
Ketua Asosiasi Franchise Indonesia, Anang Iskandar, menekankan pentingnya orisinalitas dalam membangun bisnis waralaba. “Franchise harus punya ciri khas yang tidak mudah ditiru. Keistimewaan itulah yang membuat brand bertahan,” ujarnya. Ia mencontohkan keberhasilan produk teh kemasan lokal yang mampu menjaga budaya minum teh khas Indonesia, sementara merek internasional tidak bisa menyaingi.
Pameran dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, bersama pihak penyelenggara dan pendukung acara. Emil menegaskan bahwa pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam penyediaan lapangan kerja. “Anggaran pemerintah, dari pusat hingga desa, hanya mampu menciptakan sekitar 5 persen lapangan pekerjaan. Sisanya harus lahir dari dunia usaha,” jelasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya akses informasi yang mudah bagi calon pengusaha. “Jangan mempersulit orang yang ingin membuka usaha. Banyak orang punya modal tapi bingung mau mulai dari mana. Franchise bisa menjadi solusi sekaligus menggerakkan ekonomi,” kata Emil.
Menurut Emil, 60 persen perekonomian Indonesia digerakkan oleh konsumsi masyarakat. Karena itu, keberadaan IFBC 2025 dinilai sebagai langkah nyata dalam memperkuat kewirausahaan dan mendorong kebangkitan ekonomi, baik di daerah maupun nasional.(kar)







