KesehatanRagam

Tahun 2025 Rugi Bersih Rp 455,35 Miliar, Akhirnya Kimia Farma Catat Laba Bersih Rp 123,63 Miliar di Kuartal I/2026

×

Tahun 2025 Rugi Bersih Rp 455,35 Miliar, Akhirnya Kimia Farma Catat Laba Bersih Rp 123,63 Miliar di Kuartal I/2026

Sebarkan artikel ini
SUKSES: PT Kimia Farma Tbk membukukan pendapatan bersih sebesar Rp 2,03 triliun pada tiga bulan pertama tahun ini. (IST)

BISNISJATIM.IB – PT Kimia Farma Tbk (KAEF) berhasil membalikkan kondisi rugi menjadi laba bersih sebesar Rp 123,63 miliar pada kuartal I/2026.

Pencapaian tersebut menjadi sinyal kuat pemulihan kinerja emiten farmasi yang tergabung dalam grup Bio Farma.

Sebelumnya, Kimia Farma mencatat rugi bersih sebesar Rp 443,35 miliar sepanjang tahun 2025.

Selain mencetak laba, perusahaan juga membukukan pendapatan bersih sebesar Rp 2,03 triliun pada tiga bulan pertama tahun ini.

Direktur Utama Kimia Farma, Djagad Prakasa Dwialam menjelaskan, perusahaan berhasil menjaga keseimbangan antara pertumbuhan pendapatan dan efisiensi biaya.

Kimia Farma mencatat EBITDA sebesar Rp 154 miliar pada kuartal I/2026.

“Kinerja tersebut memperkuat fondasi keuangan perusahaan sekaligus meningkatkan profitabilitas secara berkelanjutan,” kata Djagad, Minggu (7/6/2026).

Ia menjelaskan, perbaikan kinerja Kimia Farma tidak hanya berasal dari peningkatan pendapatan tetapi juga pengendalian beban operasional melalui disiplin biaya yang konsisten.

Pada periode yang sama, beban pokok penjualan atau cost of goods sold (COGS) tercatat sebesar Rp 1,2 triliun. Sementara itu, beban usaha berada di level Rp 270 miliar.

“Pengendalian biaya tersebut membantu perusahaan menjaga margin usaha dan meningkatkan produktivitas di berbagai lini bisnis,” lanjutnya.

Manajemen menilai langkah efisiensi menjadi salah satu faktor utama yang mendorong perbaikan profitabilitas.

Fokus perusahaan tidak hanya pada pertumbuhan penjualan, tetapi juga pada optimalisasi struktur biaya dan peningkatan efektivitas operasional.

Di sisi lain, Kimia Farma terus melakukan penataan portofolio produk. Program ini telah berjalan sejak tahun 2025 sebagai bagian dari strategi memperkuat daya saing dan fokus bisnis.

Sepanjang tahun lalu, Kimia Farma melakukan rasionalisasi terhadap 181 produk yang dinilai kurang optimal, sehingga mengurangi jumlah produk dari dari 675 menjadi 494 produk.

Kebijakan tersebut memberi ruang bagi perusahaan untuk memusatkan sumber daya pada produk-produk yang memiliki prospek pasar lebih baik dan kontribusi lebih besar terhadap pendapatan. (fia)