HeadlineIndustriPerdagangan

Rojali dan Rohana Makin Marak, Tenant Justru Antri Masuk Mall Pakuwon Group

×

Rojali dan Rohana Makin Marak, Tenant Justru Antri Masuk Mall Pakuwon Group

Sebarkan artikel ini

Surabaya, BisnisJatim.Id – Meskipun dibayangi melemahnya daya beli masyarakat, namun mall masih menjadi destinasi utama untuk berbelanja. Bahkan maraknya istilah Rojali (Rombongan Jarang Beli) dan Rohana (Rombongan Hanya Nanya) tidak menyurutkan pelaku usaha untuk membuka bisnisnya di mall.

Sutandi Purnomosidi, Direktur Pakuwon Group menjelaskan, hingga saat ini minat pelaku usaha untuk mengembangkan bisnis di mall khususnya milik Pakuwon Group cukup tinggi. Hal ini terlihat dari banyaknya pelaku usaha yang antri masuk jadi  tenant di mall.

“Meskipun transaksi online meningkat, namun minat beli di mall masih tiinggi. Saat ini yang antri tenant di Tunjungan Plaza cukup banyak, 150 tenant. Sehingga kami harus buka TP 7. Mau dikemanakan antrian tenant sebanyak itu. Sementara di Pakuwon Mall okupansinya sudah 99 persen,” kata Sutandi belum lama ini.

Dikatakan, tenant yang antri masuk ke TP sebagian besar untuk usaha food and beverage (F&B). Namun banyak juga yang diluar F&B seperti fashion dan general accessories. Bahkan beberapa Perusahaan dari China juga akan masuk kesini.

Karena disana persaingannya sangat ketat dan marginya sangat kecil yakni 5 persen. Sementara disini selain kompetisinya tidak terlalu ketat juga marginnya cukup besar yakni 20-30 persen. Karena itu, dia sangat yakin mall tetap akan ramai.

Apalagi di TP ini traffic tidak turun meskipun ekonomi melambat. Tahun ini tetap tumbuh single digit. Orang yang berkunjung ke mall masih sangat banyak. Rata-rata setiap hari ada 7 ribu mobil yang masuk ke TP saat weekday. Dan saat weekend bisa 11-12 ribu mobil.

“Tapi yang datang naik grab-car atau go-car bisa 90 ribu mobil sebulan. Jadi sampai saat ini masih tetap ramai. TP ini kan di pusat kota jadi Icon. Dan setiap orang luar yang datang ke Surabaya bisa dipastikan ke TP,” ujarnya.

Terkait maraknya istilah Rojali Rohana bagi para pengunjung yang hanya jalan-jalan dan tidak beli, Sutandi yang juga Ketua APPBI Jatim mengatakan, pihaknya sama sekali tidak khawatir. Justru sebaliknya, dia sangat wellcom mereka.

“Karena dari dulu mereka sudah ada. Dulu namanya window shopping. Ketika mereka window shopping, tinggal bagaimana tenant-tenant bisa memancing mereka untuk berbelanja lewat program-program seperti diskon. So mereka tertarik untuk membeli. Mereka adalah potensial buyer,” ungkap Sutandi. BJ1