HeadlineKomersialProperti

Ditopang Recurring Income, PWON Raih Laba Rp 2,13 Triliun Hingga Q3-2026

×

Ditopang Recurring Income, PWON Raih Laba Rp 2,13 Triliun Hingga Q3-2026

Sebarkan artikel ini

Surabaya, BisnisJatim.Id – PT Pakuwon Jati (Perseroan), membukukan pendapatan bersih sebesar Rp 5,21 triliun pada sembilan bulan pertama tahun 2026, meningkat 2% dibandingkan Rp 5,12 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kinerja Perseroan ditopang oleh pertumbuhan recurring revenue yang mencapai Rp 4,44 triliun, meningkat 8% dibandingkan Rp 4,1 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan ini mencerminkan ketahanan portofolio properti investasi Perseroan yaitu dari kegiatan operasional pusat perbelanjaan, perhotelan, dan aset komersial lainnya.

Minarto Basuki, Direktur dan Corporate Secretary PT Pakuwon Jati Tbk (PWON), mengatakan, pada Sembilan bulan 2026, recurring revenue berkontribusi 85% terhadap total pendapatan bersih, meningkat dari 80% pada periode yang sama tahun sebelumnya.

“Peningkatan kontribusi ini menegaskan semakin kuatnya basis recurring revenue Perseroan dalam menopang kinerja usaha secara berkelanjutan,” kata Minarto, dalam keterangan resminya, Senin (2/11).

Dari sisi profitabilitas, laba bruto Perseroan meningkat 4% menjadi Rp 2,96 triliun, dibandingkan Rp 2,84 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. EBITDA juga tumbuh 4% menjadi Rp 2,86 triliun dari Rp 2,74 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Peningkatan EBITDA ini mencerminkan kemampuan Perseroan mempertahankan profitabilitas di tengah perubahan komposisi pendapatan. Perseroan mencatat laba bersih sebesar Rp 1,78 triliun pada periode sembilan bulan 2026.

Setelah mengecualikan dampak selisih kurs mata uang asing dan perubahan nilai investasi, laba bersih yang disesuaikan (adjusted net income) mencapai Rp 2,13 triliun, meningkat 5% dibandingkan Rp2,03 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Hal ini memberikan gambaran tambahan mengenai kinerja operasional Perseroan di luar pengaruh kedua faktor tersebut.

“Dengan portofolio pusat perbelanjaan, hotel, perkantoran, dan hunian yang saling melengkapi, Perseroan berupaya memperkuat pertumbuhan recurring revenue sekaligus menjaga profitabilitas dan menciptakan nilai jangka panjang bagi para pemangku kepentingan,” tambah dia.

Dikatakan, recurring revenue Perseroan pada sembilan bulan pertama tahun 2026 mencapai Rp 4,44 triliun terdiri atas pendapatan retail mal sebesar Rp 3,12 triliun, naik 7% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 2,92 triliun, pendapatan office leasing sebesar Rp 187 miliar turun sebesar 11% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 211 miliar dan pendapatan hospitality sebesar Rp 1,13 triliun, naik 17% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 966 miliar.

“Berdasarkan revenue per segment terbagi atas revenue dari: retail leasing 60%, hotel dan serviced apartment 22%, office leasing 4%, condominium sales 9%, landed houses sales 5% dan office sales 1%,” katanya

Marketing Sales untuk Sembilan bulan 2026

Perseroan mencatatkan marketing sales periode sembilan bulan 2026 sebesar Rp 811 miliar turun 10% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 903 miliar. Perusahaan mencatat sekitar 49% dari total marketing sales berasal dari program insentif PPNDTP yang telah berlaku sejak akhir tahun 2023.

Komposisi penjualan periode sembilan bulan 2026 terdiri dari condominium dan office sebesar 69% serta landed houses 31%.

“Sementara itu, pengeluaran belanja modal periode sembilan bulan 2026 yang telah dikucurkan oleh Perseroan sebesar Rp 780 miliar, yang digunakan terutama untuk pembiayaan proyek konstruksi Pakuwon Mall Surabaya tahap 5, Superblock Pakuwon Mall Bekasi dan Kota Kasablanka tahap 4,” tutup Minarto. bj3/ris