Surabaya, BisnisJatim.Id – Pasar hunian premium masih menjadi motor penggerak penjualan properti Citra Garden di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil. Hingga Oktober 2026, rumah dengan kisaran harga Rp2 miliar hingga Rp3 miliar tercatat memberikan kontribusi sekitar 60 persen terhadap total penjualan pengembang tersebut.
General Manager Citra Garden Kevyn Hadianto mengatakan, performa penjualan hingga Oktober 2026 masih sesuai target atau on the track. Permintaan dari konsumen kelas menengah atas menjadi salah satu faktor yang menjaga kinerja penjualan tetap positif.
“Hingga Oktober 2026, penjualan masih on the track. Kontribusi terbesar memang dari segmen rumah premium dengan range harga antara Rp2-3 miliar,” kata Kevyn saat peluncuran fasilitas terbaru Lake Victoria, Minggu (1/11).

Menurutnya, permintaan rumah premium relatif stabil karena didukung kebutuhan penghuni lama yang ingin meningkatkan kualitas hunian atau melakukan upgrade rumah.
Sebaliknya, rumah dengan harga di bawah Rp1 miliar cenderung menghadapi tekanan lebih besar. Konsumen pada segmen tersebut dinilai lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan pembelian, terutama dengan mempertimbangkan kondisi keuangan dan kemampuan membayar cicilan.
Kevyn mengungkapkan, realisasi penjualan Citra Garden saat ini telah mencapai sekitar 80 persen dari target tahunan. Capaian tersebut menunjukkan pasar hunian menengah atas masih memiliki potensi di tengah dinamika ekonomi.
Salah satu faktor pendukung lainnya adalah insentif pemerintah berupa Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN-DTP) untuk pembelian rumah dengan harga maksimal Rp5 miliar. Sekitar 70-80 persen dari total penjualan Citra Garden berasal dari produk hunian yang memenuhi kriteria program tersebut.
“Saat ini rumah ready stock hanya tersisa sedikit, sekitar 10 unit dan bisa ikut PPN-DTP. Kami harapkan tahun ini semua akan habis,” ujarnya.
Marketing Manager Citra Garden Feby Herawaty menambahkan, pembelian rumah melalui fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR) masih menjadi pilihan utama konsumen. Kontribusinya mencapai sekitar 75-80 persen dari keseluruhan transaksi, sedangkan sisanya melalui pembayaran tunai dan skema in-house.
Menurut Feby, dukungan perbankan turut mendorong keputusan konsumen untuk membeli properti. Terlebih, sejumlah bank menawarkan bunga KPR mulai 1-3 persen dengan proses persetujuan yang dinilai lebih cepat dibandingkan awal tahun.
“Dukungan perbankan cukup membantu. Apalagi sekarang bunga KPR cukup murah mulai 1-3 persen. Approval juga lebih cepat. Berbeda dengan awal tahun agak ketat,” katanya.
Untuk menarik minat pembeli, Citra Garden juga menawarkan sejumlah program promosi, antara lain subsidi bunga hingga 2 persen, subsidi uang muka atau down payment (DP) sebesar 5 persen, serta hadiah emas bagi konsumen yang melakukan pembelian selama tahun ini.
Di sisi pengembangan kawasan, Citra Garden turut memperkenalkan fasilitas Lake Victoria berupa danau seluas satu hektare. Area tersebut dirancang sebagai ruang terbuka sekaligus tempat rekreasi keluarga bagi penghuni.
Fasilitas penunjangnya meliputi jogging track sepanjang 350 meter, taman bermain anak atau playground, serta gazebo untuk bersantai.
Bersamaan dengan peluncuran fasilitas tersebut, pengembang juga menawarkan tipe hunian premium Victoria yang mengusung konsep lake view. Rumah dengan pemandangan langsung ke danau itu dipasarkan dengan harga sekitar Rp7 miliar hingga Rp8 miliar.
Feby menyebut respons pasar terhadap produk tersebut cukup baik. Dari 10 unit yang ditawarkan, sebanyak empat unit telah terjual.
“Ini merupakan lake view terakhir. Setelah ini kami kembangkan cluster baru dengan konsep berbeda,” tuturnya.
Melihat pencapaian penjualan hingga Oktober, Citra Garden optimistis dapat mempertahankan pertumbuhan bisnis pada 2027. Pengembang menargetkan peningkatan penjualan sekitar 10 persen dibandingkan realisasi tahun ini.
Untuk mendukung target tersebut, perusahaan menyiapkan pengembangan cluster baru dengan total sekitar 100 unit rumah. Produk hunian yang akan ditawarkan memiliki kisaran harga Rp2 miliar hingga Rp5 miliar.
Pengembangan tersebut diharapkan dapat memperluas pilihan bagi konsumen sekaligus menjaga momentum penjualan. Dengan permintaan rumah premium yang masih relatif kuat, segmen menengah atas diproyeksikan tetap menjadi salah satu penopang utama bisnis Citra Garden pada tahun mendatang. bj3/ris







