Surabaya, BisnisJatim.Id – Di balik tampilan makeup yang flawless, kondisi kulit sebenarnya tetap membutuhkan perhatian. Sebab, tidak semua permasalahan kulit dapat diatasi hanya dengan skincare atau ditutupi menggunakan makeup.
Untuk itu, Maharva Clinic bersama Haju Medical memperkenalkan inovasi skin rejuvenation “Perfection of My Skin Odyssey” pada Minggu, (01/11/26) yang membantu mengatasi berbagai permasalahan kulit, mulai dari bopeng dan tekstur tidak merata hingga skin tightening.
Ms. Alex Won, perwakilan Haju Medical menyampaikan bahwa, seiring berkembangnya teknologi estetika, perawatan kulit kini tidak lagi hanya berfokus pada satu permasalahan. Masyarakat semakin memiliki pilihan untuk memperbaiki kualitas kulit secara menyeluruh, baik dari segi tekstur, kekencangan, maupun tampilan kulit secara keseluruhan.
“Masyarakat semakin memahami kebutuhan kulit dan lebih selektif dalam memilih treatment. Ini yang mendorong industri untuk terus berinovasi,” ujar Ms. Alex Won, perwakilan Haju Medical saat menghadiri Grand Launching “Perfection of My Skin Odyssey”.

Maharva Clinic menjadi klinik pertama di Surabaya yang menghadirkan Quadessy, teknologi Radiofrequency (RF) Microneedling generasi terbaru dari Korea Selatan. Dimana, Quadessy menghadirkan pendekatan skin rejuvenation yang menggabungkan dua manfaat utama, yaitu skin texture improvement dan skin tightening dalam satu teknologi.
Marisa Theresia, Machine Director Haju Medical menjelaskan, Quadessy dirancang untuk membantu meningkatkan kekencangan kulit, menyamarkan garis halus, serta mendukung perbaikan kualitas kulit secara menyeluruh.
“Teknologi ini mengombinasikan RF non-invasif dan RF Microneedling melalui sistem Hybrid Thermal Coagulation, yang memungkinkan penghantaran energi ke berbagai kedalaman kulit untuk mendukung proses remodeling kolagen,” terang Marisa.
Quadessy menghadirkan teknologi Dual Depth dan Quad RF Microneedle Tip yang dirancang untuk mendukung penghantaran energi RF pada kedalaman kulit berbeda. Teknologi ini memberikan fleksibilitas dalam menyesuaikan tindakan dengan kondisi kulit dan tujuan perawatan pasien.
“Setiap pasien memiliki kondisi kulit dan kebutuhan yang berbeda. Karena itu, yang terpenting bukan hanya seberapa canggih sebuah teknologi, tetapi seberapa fleksibel teknologi tersebut dapat digunakan untuk menjawab kebutuhan yang beragam. Inilah yang menjadi salah satu keunggulan Quadessy,” tandasnya.

dr Aji Bayu Chandra, M.Biomed (AAM), Founder Maharva Clinic, menjelaskan bahwa, pemilihan teknologi estetika harus didasarkan pada manfaat yang relevan bagi pasien. Dengan banyaknya pilihan teknologi aesthetic saat ini, Maharva Clinic tentu selektif dalam menghadirkan treatment baru.
“Yang menarik dari Quadessy adalah kemampuannya untuk menjawab berbagai skin concerns sekaligus, mulai dari acne scars dan tekstur kulit hingga skin tightening. Jadi, kami bisa menawarkan pendekatan skin rejuvenation yang lebih menyeluruh sesuai kebutuhan pasien,” ungkap dr. Aji Bayu.
Dalam acara grand launching ini, Maharva Clinic turut menghadirkan Paula Andreas, Runner Up Indonesia’s Next Top Model Cycle 3, serta Malva, Makeup Artist, yang telah mencoba treatment Quadessy secara langsung.
Sebagai seorang model yang terbiasa tampil di depan kamera, Paula memahami bahwa kondisi kulit menjadi salah satu aspek penting dalam menunjang penampilan dan kepercayaan diri.
“Sebagai model, aku sering menggunakan makeup dan tampil di depan kamera. Tapi menurutku, kondisi kulit asli tetap penting untuk diperhatikan. Itu yang membuat aku tertarik mencoba Quadessy, karena nggak cuma fokus pada tekstur kulit, tapi juga kekencangannya,” kata Paula Andreas.
Sementara itu, Malva melihat pentingnya kualitas kulit dari perspektif seorang makeup artist yang sehari-hari bekerja dengan berbagai kondisi dan tekstur kulit.
Makeup memang dapat membantu menyamarkan tampilan pori-pori, bekas jerawat, atau warna kulit yang tidak merata. Namun, makeup memiliki keterbatasan, terutama ketika berhadapan dengan tekstur kulit seperti bopeng yang tidak dapat sepenuhnya disamarkan oleh foundation maupun concealer.
“Sebagai makeup artist, aku tahu makeup bisa menyamarkan imperfections, tapi makeup tidak bisa mengubah tekstur kulit seperti bopeng. Makanya penting juga merawat kondisi kulit aslinya, bukan cuma mengandalkan makeup,” ujar Malva.
Melalui pengalaman keduanya, Maharva Clinic ingin memperkenalkan perspektif bahwa perawatan estetika tidak semata-mata bertujuan menutupi ketidaksempurnaan, tetapi juga membantu menangani kondisi kulit yang mendasarinya.
Mengusung tema “Perfection of My Skin Odyssey”, Maharva Clinic mengangkat filosofi bahwa setiap individu memiliki perjalanan dan kebutuhan kulit yang berbeda. Ada yang ingin memperbaiki bekas jerawat, mengatasi tekstur kulit yang tidak merata, hingga mempertahankan kekencangan kulit seiring bertambahnya usia.
Melalui kehadiran QUADESSY, Maharva Clinic ingin memberikan lebih banyak pilihan bagi pasien untuk mendapatkan perawatan yang sesuai dengan kebutuhan kulit mereka, baik dari segi tekstur, kekencangan, maupun kualitas kulit secara keseluruhan. bj3/ris







