Bisnisjatim.id, Surabaya – Penguatan kapasitas pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi langkah krusial agar mampu bertahan dan berkembang di tengah perubahan bisnis yang dinamis. Tak hanya soal akses pasar, UMKM kini membutuhkan pendampingan, pemahaman praktis, serta pemanfaatan teknologi yang tepat guna.
Merespons kebutuhan tersebut, Kasir Pintar berkolaborasi dengan Departemen Manajemen Bisnis, Fakultas Desain Kreatif dan Bisnis Digital (FDKBD) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Sinergi ini diwujudkan melalui rangkaian kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (Abmas) yang menyasar para pelaku usaha di Kediri dan Surabaya.
Kolaborasi ini mempertemukan teori akademik ITS dengan pengalaman praktis Kasir Pintar di industri digital. Rangkaian program dirancang untuk memberikan ruang pelatihan, berbagi pengetahuan, hingga penguatan kapasitas secara langsung kepada masyarakat.
Jangkau UMKM Kediri hingga Sesi Womenpreneur di Surabaya
Rangkaian kegiatan diawali di Desa Kepung, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Atas undangan Manajemen Bisnis ITS, Kasir Pintar hadir mendampingi para pelaku UMKM lokal dalam memahami proses digitalisasi usaha yang relevan dengan karakteristik daerah setempat.
Sinergi kemudian berlanjut di Surabaya melalui agenda Pengabdian Masyarakat – Womenpreneur Forum yang digelar di Kampus ITS Sukolilo. Forum ini dirancang khusus untuk memperkuat peran perempuan dalam dunia kewirausahaan sekaligus membangun jejaring antara akademisi, praktisi, dan pelaku bisnis.
Rangkaian forum diisi dengan seminar dari akademisi ITS, workshop interaktif, serta sesi edukasi teknologi bisnis bersama tim Kasir Pintar.
Senior Strategic Partnership Kasir Pintar, Nessa, menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan bentuk komitmen bersama dalam mendekatkan teknologi ke masyarakat.
“Rangkaian kolaborasi ini sejalan dengan tujuan Kasir Pintar dan Manajemen Bisnis ITS, yaitu memberikan pengetahuan mengenai digitalisasi bisnis yang bisa langsung diterapkan secara praktis oleh para pelaku usaha,” ujar Nessa.
Keterlibatan aktif Kasir Pintar dalam Abmas ITS ini membuktikan bahwa edukasi digital tidak sekadar memperkenalkan aplikasi, melainkan memahami tantangan nyata di lapangan. Perguruan tinggi hadir membawa pendekatan akademik, sementara mitra industri menyuplai perspektif kebutuhan pasar terkini.
Langkah bersama di Kediri dan Surabaya ini diharapkan dapat memicu lebih banyak UMKM untuk menjadikan teknologi sebagai bagian terintegrasi dalam perjalanan tumbuh kembang bisnis mereka.(kar)






