EnergiIndeks

Jargas Gresik Capai 95,4 Persen, 7.363 Sambungan Rumah Segera Dialiri Gas Bumi

×

Jargas Gresik Capai 95,4 Persen, 7.363 Sambungan Rumah Segera Dialiri Gas Bumi

Sebarkan artikel ini

Bisnisjatim.id, Gresik – Harapan ribuan warga dan pelaku usaha di Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, untuk menikmati jaringan gas bumi (jargas) rumah tangga semakin dekat. Pembangunan jaringan gas yang dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tersebut kini telah mencapai 95,4 persen.

Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurahman turun langsung mengecek kesiapan jargas di Gresik, Jumat (18/9). Peninjauan itu dilakukan untuk memastikan proyek yang menjadi bagian dari program prioritas nasional tersebut tidak berhenti pada pembangunan jaringan, tetapi segera masuk tahap pengoperasian dan dapat dimanfaatkan masyarakat.

Dudung menyebut progres pembangunan fisik jargas di Gresik bahkan telah melampaui target. Capaian 95,4 persen tersebut sekitar 4,6 persen lebih cepat dibandingkan rencana pembangunan.

Menurut dia, sejumlah persoalan yang sebelumnya menjadi kendala pengoperasian kini telah dituntaskan. Di antaranya persetujuan lingkungan hidup, UKL-UPL, hingga rekomendasi teknis untuk perlintasan jalan di wilayah Kabupaten Gresik.

Dengan berbagai persyaratan tersebut telah diselesaikan, perhatian pemerintah kini diarahkan pada percepatan pengoperasian. Dudung meminta Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) segera menetapkan badan usaha pengelola serta menerbitkan izin usaha niaga gas bumi.

“Dengan perizinan tuntas, fokus berpindah ke tahap pengoperasian. Saya minta kepada Kementerian ESDM segera menetapkan badan usaha pengelola dan menerbitkan izin usaha niaga gas bumi,” ujar Dudung.

Jargas Gresik merupakan bagian dari target nasional pembangunan 1 juta sambungan rumah. Khusus Kabupaten Gresik, pemerintah mengalokasikan 7.363 sambungan rumah, sedangkan Kabupaten Sidoarjo memperoleh alokasi 7.223 sambungan rumah.

Dudung berharap proses administrasi dan teknis yang tersisa dapat segera diselesaikan sehingga jargas di Kecamatan Menganti bisa segera dialirkan ke rumah-rumah warga. Ia juga meminta agar persoalan tarif menjadi perhatian sehingga kehadiran jaringan gas tidak hanya memberikan kemudahan akses energi, tetapi juga meringankan beban masyarakat.

Tak hanya rumah tangga, manfaat jargas diharapkan turut dirasakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang selama ini menjadi penggerak ekonomi di Menganti. Langkah tersebut juga ditempuh untuk memastikan target 119.379 sambungan rumah (SR) di 15 kabupaten dan kota pada tahap 2025–2026 tercapai. Progres fisik pembangunan Jargas di Gresik sendiri telah mencapai 95,4 persen, atau lebih cepat sekitar 4,6 persen dari rencana.

“Mudah-mudahan ini bisa segera terealisasi, di-on-kan, tarifnya disosialisasi, murah selamanya, masyarakat lebih terdampak dan bermanfaat bagi pelaku UMKM di Menganti,” katanya.

Ia menyebut, sekitar 80 persen kebutuhan LPG nasional masih dipenuhi melalui impor, dan dengan tersedianya 14.586 sambungan rumah di Gresik dan Sidoarjo, konsumsi LPG 3 kilogram bersubsidi diperkirakan berkurang sekitar 36,6 ribu tabung per bulan.

Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani mengatakan pembangunan jargas merupakan program yang sejak awal diusulkan Pemerintah Kabupaten Gresik karena dinilai memiliki manfaat langsung bagi masyarakat.

Menurut Fandi, Kecamatan Menganti dipilih karena kawasan tersebut dikenal sebagai salah satu sentra UMKM. Kehadiran jaringan gas bumi dinilai dapat memberikan dukungan terhadap berbagai aktivitas produksi masyarakat.

“Di Gresik sebanyak 7.363 sambungan rumah. Kami ucapkan terima kasih atas sambungan jargas yang akan segera dinikmati. Hal ini tentu sangat membantu masyarakat,” kata Fandi.

Ia menyebut sejumlah sektor usaha di Menganti sangat membutuhkan pasokan gas untuk mendukung kegiatan produksi. Kita tahu Menganti ini pusatnya UMKM. “Ada kacamata di Desa Hulaan, kemudian ada potong ayam di Desa Boro, ada laban, logam, dan lain sebagainya. Mereka sangat membutuhkan gas tersebut,” ujarnya.

Bagi warga Menganti, jaringan gas tersebut bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan akses energi yang diharapkan dapat membantu kebutuhan rumah tangga sekaligus menopang aktivitas UMKM di kawasan tersebut. (kar)