HeadlineIndeksUmumUncategorized

Gempa M 5,7 Kembali Guncang NTT, Terjadi Minggu Siang

×

Gempa M 5,7 Kembali Guncang NTT, Terjadi Minggu Siang

Sebarkan artikel ini
Gempa bumi kembali mengguncang wilayah Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu 16 Agustus 2026, siang (Foto: Akun X@BMKG)

BISNISJATIM.ID – Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo (M) 5,7 kembali mengguncang wilayah Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Minggu (16/8/2026) siang pukul 13.51 WIB. Peristiwa ini menambah rentetan aktivitas seismik yang masih tinggi di wilayah tersebut pascagempa kuat sehari sebelumnya.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa pusat gempa berada pada koordinat 7,90° Lintang Selatan (LS) dan 120,64° Bujur Timur (BT), atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 81 kilometer arah timur laut Ruteng, Kabupaten Manggarai, NTT, dengan kedalaman dangkal 10 kilometer.

“Gempa Mag: 5.7, 81 km TimurLaut RUTENG-MANGGARAI-NTT, Kedlmn: 10 Km,” tulis BMKG melalui akun X resmi milik lembaga tersebut.

BMKG menyampaikan bahwa informasi awal ini mengutamakan kecepatan penyampaian kepada masyarakat. Oleh karena itu, data yang diolah belum sepenuhnya stabil dan dapat mengalami penyesuaian seiring bertambahnya data yang diterima dari stasiun pemantau kegempaan.

Rentetan Gempa Susulan

Guncangan M 5,7 ini tercatat sebagai salah satu gempa susulan (aftershock) setelah gempa utama (mainshock) berkekuatan M 7,0 menerjang wilayah NTT pada Sabtu (15/8/2026). Aktivitas kegempaan di sekitar kawasan Ruteng dilaporkan masih terus berlangsung secara intensif.

Sebelum guncangan M 5,7 ini terjadi, BMKG mencatat wilayah tersebut telah diguncang setidaknya lima kali gempa susulan berturut-turut dalam kurun waktu hanya 30 menit. Rangkaian kejadian ini mengindikasikan bahwa pelepasan energi di zona seismik NTT pascagempa M 7,0 masih belum sepenuhnya mereda.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai dampak kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat gempa M 5,7 tersebut. Masyarakat di wilayah Manggarai dan sekitarnya diimbau untuk tetap tenang, waspada terhadap potensi gempa susulan lanjutan, serta menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat guncangan sebelumnya. (CNM)