HeadlineIndustriPerdagangan

Kemenperin Dorong Produk Agro Lokal Tembus Pasar Global

×

Kemenperin Dorong Produk Agro Lokal Tembus Pasar Global

Sebarkan artikel ini

Jakarta, BisnisJatim.Id – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong pengembangan produk artisan agro unggulan nasional agar mampu menangkap peluang pasar global, terutama di sektor makanan dan minuman yang terus menunjukkan pertumbuhan.

Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza mengatakan Indonesia memiliki beragam komoditas agro yang dapat dikembangkan menjadi produk bernilai tambah dan berdaya saing internasional.

Menurutnya, sejumlah subsektor yang memiliki prospek besar antara lain produk olahan kakao, kopi, teh, hortikultura, susu, cerutu, serta pangan fermentasi berbasis bahan baku lokal.

Pada komoditas kakao, Indonesia saat ini tercatat sebagai produsen produk olahan kakao terbesar keempat dunia dan berada di posisi ketujuh sebagai produsen biji kakao global.

Peluang serupa juga terdapat pada industri kopi. Indonesia merupakan produsen kopi terbesar keempat dunia. Pada 2025, ekspor kopi olahan Indonesia mencapai 692 juta dolar AS, tumbuh 4,36 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Sementara itu, pasar produk berbasis teh juga dinilai semakin menjanjikan. Faisol menyebut pasar ekstrak teh global meningkat dari 3,6 juta dolar AS pada 2019 menjadi 5,6 juta dolar AS pada 2025. Adapun pasar suplemen teh hijau diperkirakan mencapai 909,9 juta dolar AS pada 2025 dan berpotensi tumbuh hingga 1,33 miliar dolar AS pada 2033.

Potensi ekspor juga berasal dari sektor hortikultura. Nilai ekspor produk hortikultura Indonesia pada 2025 mencapai 544,8 juta dolar AS, dengan nanas kaleng menjadi salah satu komoditas yang memberikan kontribusi besar.

Di sektor susu, peluang pengembangan produk bernilai tambah juga terbuka lebar. Produk seperti keju dan gelato dinilai semakin prospektif seiring dengan berkembangnya industri kuliner serta sektor hotel, restoran, dan kafe.

Faisol menambahkan, industri hasil tembakau (IHT) juga masih menjadi salah satu sektor manufaktur strategis yang berbasis sumber daya lokal. Pertumbuhan ekspor IHT turut menempatkan Indonesia sebagai eksportir IHT terbesar keenam di dunia.

Selain komoditas tersebut, Kemenperin melihat peluang besar pada produk pangan fermentasi berbasis lokal. Produk-produk tersebut dinilai belum sepenuhnya dikembangkan dalam skala industri sehingga masih memiliki ruang untuk menciptakan nilai tambah baru.

Mengacu pada Fortune Business Insights, pasar pangan fermentasi global pada 2025 mencapai 788,33 juta dolar AS dan diproyeksikan meningkat menjadi 1,24 miliar dolar AS pada 2034.

Faisol menilai pengembangan pangan fermentasi berbasis lokal dapat menjadi salah satu subsektor industri baru yang mampu memperkuat daya saing produk nasional di pasar internasional.

“Oleh karena itu, produk olahan fermentasi berbasis lokal berpotensi untuk dikembangkan sebagai sub sektor industri yang mampu menciptakan nilai tambah dan menghasilkan produk yang berdaya saing,” ujar Faisol. bj3/iqp