Jakarta, BisnisJatim.Id – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk tidak hanya meningkatkan kapasitas produksi, tetapi juga memperkuat strategi dalam mempertahankan dan memperluas pasar.
Menurut Airlangga, kemampuan menjaga pasar menjadi salah satu faktor penting agar UMKM dapat berkembang secara berkelanjutan. Ia mencontohkan pengalaman India yang dinilai berhasil membangun ekosistem UMKM sehingga mampu tumbuh berdampingan dengan pelaku usaha berskala besar.
“India itu salah satu negara yang berhasil mendorong UMKM, tidak hanya mereka berproduksi, tetapi bagaimana mereka bisa menjaga pasar,” ujar Airlangga, Selasa (11/8).

Ia mengatakan perkembangan UMKM di India menunjukkan bahwa pelaku usaha skala kecil dan menengah memiliki peran penting dalam menopang perekonomian. Karena itu, Indonesia dinilai perlu memperkuat kapasitas produksi sekaligus memastikan produk UMKM memiliki akses pasar yang berkelanjutan.
Selain penguatan pasar, Airlangga menyoroti pentingnya peningkatan akses pembiayaan bagi UMKM. Menurut dia, dukungan pembiayaan perlu terus diperbesar agar semakin banyak pelaku usaha memiliki kesempatan untuk mengembangkan bisnis dan naik kelas.
Airlangga mengusulkan agar total pembiayaan UMKM ditingkatkan menjadi Rp2.000 triliun. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan posisi pembiayaan saat ini yang telah mencapai sekitar Rp1.500 triliun.
Menurutnya, tambahan pembiayaan tersebut dapat diarahkan untuk memperluas akses modal bagi pelaku UMKM yang selama ini belum mendapatkan pembiayaan dalam skala yang memadai.
Upaya tersebut sekaligus diharapkan mampu menutup kesenjangan pembiayaan bagi UMKM yang memiliki potensi pertumbuhan, tetapi masih menghadapi keterbatasan modal untuk meningkatkan kapasitas usaha.
Dengan penguatan produksi, perluasan akses pasar, dan dukungan pembiayaan, pemerintah berharap semakin banyak UMKM Indonesia yang mampu berkembang dan naik kelas serta memiliki daya saing yang lebih kuat. bj3/ipq






