HeadlineIndustriPerdagangan

Perluasan Pusat Perbelanjaan yang Sukses dan Reposisi Aset Jadi Strategi Pengembang Kelolah Pasar Ritel

×

Perluasan Pusat Perbelanjaan yang Sukses dan Reposisi Aset Jadi Strategi Pengembang Kelolah Pasar Ritel

Sebarkan artikel ini

Surabaya, BisnisJatim.Id – Pasar ritel di kota besar di Indonesia termasuk Jakarta dan Surabaya memasuki fase baru, di mana daya saing tidak lagi ditentukan oleh ekspansi semata, melainkan oleh kemampuan aset untuk terus beradaptasi dengan perubahan perilaku konsumen.

Pengembang kini lebih banyak memfokuskan strategi pada perluasan pusat perbelanjaan yang telah terbukti sukses, reposisi aset ritel yang telah menua, serta pengembangan pusat gaya hidup berbasis komunitas (neighbourhood lifestyle centre) yang lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat sekitar.

Di sisi lain, peritel juga semakin selektif dalam menentukan lokasi ekspansi. Mal dengan tingkat kunjungan yang tinggi, daya beli pengunjung yang kuat, serta komposisi penyewa yang terkurasi menjadi pilihan utama dibandingkan sekadar memperbanyak jumlah gerai.

“Kondisi ini menunjukkan bahwa pasar ritel telah memasuki tahap yang lebih matang, di mana keberhasilan jangka panjang lebih ditentukan oleh kemampuan meningkatkan kualitas aset, menjaga relevansinya, dan menghadirkan pengalaman berbelanja yang lebih baik secara berkelanjutan,” ujar Ferry Salanto, Head of Research Colliers Indonesia, Jumat (31/7).

Dalam kondisi pasar seperti ini, pemilik mal perlu terus melakukan reposisi aset, mengkurasi bauran penyewa secara proaktif, serta menghadirkan konsep yang mampu menciptakan pengalaman berbeda bagi pengunjung.

Tenant mix tidak lagi sekadar menjadi bagian dari proses penyewaan, tetapi harus dikelola sebagai sebuah ekosistem strategis yang mampu meningkatkan jumlah kunjungan, memperpanjang lama kunjungan, dan mendorong belanja konsumen.

Bagi peritel, keputusan ekspansi juga perlu dilakukan secara lebih selektif dengan memilih Lokasi yang mampu memperkuat posisi merek sekaligus memberikan potensi penjualan yang berkelanjutan, bukan sekadar memperluas jaringan toko.

“Pengembang yang mampu terus menyesuaikan asetnya dengan perubahan preferensi konsumen diperkirakan akan menikmati tingkat okupansi yang lebih tinggi, daya tawar harga yang lebih kuat, serta kinerja jangka Panjang yang lebih Tangguh,” ungkap Ferry. bj3/put