HeadlineIndustriPerdagangan

Semester I/2026, IMAS Bukukan Pendapatan Rp17,36 Triliun, Naik 17,6 Persen

×

Semester I/2026, IMAS Bukukan Pendapatan Rp17,36 Triliun, Naik 17,6 Persen

Sebarkan artikel ini

Jakarta, BisnisJatim.Id – PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS) mencatat pertumbuhan pendapatan neto pada semester pertama 2026, meski laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mengalami penurunan akibat meningkatnya beban operasional dan tekanan pada laba sebelum pajak.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan yang dirilis Jumat (31/7), pendapatan neto IMAS hingga 30 Juni 2026 mencapai Rp17,36 triliun, meningkat sekitar 17,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp14,76 triliun.

Sejalan dengan kenaikan penjualan, beban pokok pendapatan turut meningkat menjadi Rp14,05 triliun dari Rp11,66 triliun pada semester I 2025. Meski demikian, laba kotor masih tumbuh menjadi Rp3,31 triliun dibandingkan Rp3,09 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Kantor PT Indomobil Sukses Internasional Tbk di Jakarta. Kinerja IMAS pada semseter I/2026 pendapatan mengalami pertumbuhan namun laba Perseroan mengalami penurunan. Foto DOK

Di sisi lain, laba usaha mengalami penurunan menjadi Rp1,29 triliun dari Rp1,39 triliun. Penurunan tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya beban penjualan serta beban umum dan administrasi selama enam bulan pertama tahun ini.

Tekanan juga terlihat pada laba sebelum pajak yang turun menjadi Rp197,75 miliar, dibandingkan Rp330,87 miliar pada semester I 2025.

Akibatnya, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk menyusut menjadi Rp11,10 miliar dari Rp43,15 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Penurunan laba tersebut turut menekan laba per saham dasar menjadi Rp2,78, lebih rendah dibandingkan Rp10,80 per saham pada semester I 2025.

Sementara itu, posisi keuangan perseroan menunjukkan ekspansi aset dan liabilitas. Hingga 30 Juni 2026, total aset IMAS meningkat menjadi Rp85,03 triliun dari Rp78,49 triliun pada akhir 2025. Di sisi lain, total liabilitas juga naik menjadi Rp68,27 triliun dari Rp62,45 triliun per 31 Desember 2025. b1/ipq