Bisnisjatim.id, Jakarta – Sebanyak tujuh mahasiswa Program Doktor Ilmu Manajemen dari Departemen Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB University, mengadakan kunjungan akademik dan diskusi mendalam mengenai ketahanan pangan serta penerapan teori manajemen langsung bersama jajaran manajemen puncak Bogasari di ruang pertemuan Cakra Kembar, pabrik Bogasari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (1/7).
Kunjungan akademik angkatan pertama mahasiswa S-3 Manajemen IPB ini didampingi oleh pengajar sekaligus ahli manajemen, Prof. Dr. Ir. Jono Mintarto Munandar dan diterima langsung oleh Kepala Divisi Bogasari, Franciscus Welirang, beserta jajaran direksi lainnya. Ketujuh mahasiswa doktoral yang aktif di berbagai profesi seperti dosen, tenaga ahli, hingga konsultan tersebut adalah Bambang, Agung Setiawan, Helmi Faiz Kurniawan, Muhamada Anhar, Hermalinda Evianisa, Danang Hendrajati, dan Danu Chandra.
Agenda akademik ini bertujuan sebagai bentuk aktualisasi mata kuliah teori manajemen beserta perkembangan dan penerapannya di lapangan, khususnya pada Bogasari yang tahun ini genap berusia 55 tahun sebagai industri tepung terigu nasional pertama di Indonesia. Dalam diskusi hangat yang berlangsung selama tiga jam tersebut, Franciscus Welirang yang akrab disapa Franky Welirang didampingi oleh Wakil Kepala Divisi Bogasari Erwin Sudharma, Senior Vice President Manufacturing Bobby Ariyanto, Vice President Human Resources Anwar, dan Manajer Produksi Nyoman Arthadana.
Franky memaparkan dinamika sejarah perusahaan, perkembangan industri pangan skala besar, hingga sektor Usaha Kandi dan Menengah (UKM) yang menjadi penopang sekaligus pelanggan mayoritas Bogasari.
Dalam pemaparannya, Franky menekankan betapa besarnya peran industri terigu dalam mendorong daya saing ekspor dan peningkatan ketahanan pangan nasional melalui penciptaan nilai tambah ekonomi. Mengingat tepung terigu merupakan produk antara yang tidak dikonsumsi langsung, komoditas ini justru berhasil melahirkan jutaan lapangan pekerjaan baru melalui sektor UMKM pangan yang saat ini mendominasi hingga hampir 70 persen dari total pelanggan Bogasari.
Keunikan lain dari tepung terigu adalah fleksibilitasnya untuk disubstitusi dengan bahan pangan lokal berbasis kedaerahan, seperti yang telah dibuktikan oleh mitra UKM Bogasari melalui inovasi Cake Salakkilo di Balikpapan, kue kering biji-bijian dari UKM Nustsafir di Lombok, roti durian, mie adonan buah naga dan wortel, hingga pemanfaatan tepung singkong menjadi Roti Bagelen di Bandung.
“Melalui tepung terigu, maka nilai ekonomi produk pertanian lokal Indonesia makin bertambah. Dan potensi keanekaragaman pangan dengan kearifan lokal inilah yang juga terus digali dan dikembangkan oleh Bogasari melalui unit pelatihan bernama Bogasari Baking Center (BBC) yang kemudian dilatih kepada UKM dan masyarakat yang ingin memulai usaha makanan jadi berbasis terigu ,” jelas Franky Welirang yang juga menjabat sebagai Direktur Indofood tersebut.
Perhatian dan kepedulian kepada UKM menjadi bagian dari strategi manajemen pemasaran Bogasari dalam menumbuhkembangkan usaha para UKM. Selain membahas manajemen pemasaran dan pengolahan pangan, rombongan akademisi IPB University juga berkesempatan melakukan peninjauan lapangan secara langsung ke laboratorium, area produksi Mill AB, serta dermaga Bogasari.
Di akhir kegiatan, dosen pendamping Prof. Jono Mintarto Munandar menyampaikan apresiasi tinggi dan mengakui banyaknya khazanah serta wawasan baru yang diperoleh, baik secara landasan teori maupun penerapan keilmuan praktis di dunia industri murni.
“Terima kasih kepada Bogasari atas kesempatan berharga melalui kunjungan akademik ini. Sungguh sangat menarik karena pertemuan ini membuka wawasan luas secara industri bagi kami dan berharap ke depan tetap terbuka untuk kesempatan lainnya,” pungkas Profesor Jono sekaligus menutup rangkaian kunjungan kerja sama akademik tersebut. (kar)






