HeadlineIndustriPerdagangan

Genjot Ekspor ke Australia dan Eropa, Trias Sentosa Bidik Pertumbuhan High Single Digit pada 2026

×

Genjot Ekspor ke Australia dan Eropa, Trias Sentosa Bidik Pertumbuhan High Single Digit pada 2026

Sebarkan artikel ini

Surabaya, BisnisJatim.Id – PT Trias Sentosa Tbk (TRST) semakin agresif memperluas pasar ekspor sebagai strategi menjaga pertumbuhan di tengah kondisi ekonomi global yang masih penuh tantangan. Produsen kemasan fleksibel (flexible packaging) tersebut membidik Australia dan Eropa sebagai pasar potensial baru, sekaligus memperkuat pasar utama di Amerika Serikat dan Jepang.

Komisaris PT Trias Sentosa Tbk Sugeng Kurniawan mengatakan, meski industri kemasan fleksibel masih menghadapi tekanan akibat fluktuasi nilai tukar dolar AS dan harga minyak dunia, perseroan tetap optimistis mampu membukukan pertumbuhan kinerja pada 2026 di kisaran high single digit.

“Kinerja kuartal pertama cukup memberikan kepercayaan diri bagi kami. Walaupun tantangan masih ada, terutama pada semester kedua, kami optimistis dapat mencatatkan pertumbuhan minimal high single digit dibandingkan tahun lalu,” kata Sugeng dalam Paparan Publik, Selasa (30/6).

KEJAR PERTUMBUHAN: Jajaran Direksi dan Komisaris PT Trias Sentosa Tbk menunjukan beberapa produk unggulan yang siap dipasarkan di pasar ekspsor dan domestik untuk mengejar target pertumbuhan tahun 2026. Foto IST

Optimisme tersebut didukung oleh kinerja pada kuartal I/2026. Perseroan membukukan penjualan sebesar Rp970,46 miliar, meningkat dari Rp842,9 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, laba bersih berbalik positif menjadi Rp27,85 miliar setelah pada kuartal I/2025 masih mencatat rugi bersih sebesar Rp15,2 miliar.

Untuk menjaga momentum tersebut, Trias Sentosa akan memperbesar kontribusi pasar ekspor yang saat ini menyumbang sekitar 40 persen terhadap total penjualan. Menurut Sugeng, permintaan dari pasar luar negeri menunjukkan tren yang lebih kuat dibandingkan pasar domestik.

Selama kuartal pertama tahun ini, penjualan ekspor tumbuh dua digit, sedangkan pasar domestik hanya meningkat pada kisaran satu digit. Kondisi tersebut menjadi dasar bagi perseroan untuk lebih agresif melakukan penetrasi ke pasar Australia dan menghidupkan kembali pasar Eropa yang sempat mengalami perlambatan.

Menurutnya, Australia menawarkan prospek yang menjanjikan karena permintaan mulai menunjukkan peningkatan. Sementara itu, pasar Eropa dinilai masih memiliki peluang besar untuk kembali berkembang seiring membaiknya kondisi ekonomi di kawasan tersebut.

Di dalam negeri, perusahaan tetap memperkuat jaringan distribusi dan menjaga ketersediaan stok guna mengantisipasi lonjakan permintaan pada momen-momen tertentu. Perseroan menilai periode Hari Raya Idulfitri maupun ajang World Cup menjadi momentum yang mampu mendorong kebutuhan kemasan fleksibel, terutama dari industri makanan dan minuman.

Sugeng menjelaskan, strategi penyediaan stok menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga pangsa pasar. Perseroan bahkan telah menyiapkan persediaan sejak akhir 2025 untuk memenuhi kebutuhan pelanggan selama musim Lebaran.

“Kalau pelanggan membutuhkan produk dan kita tidak siap, peluang pasar bisa langsung diambil kompetitor. Karena itu kami selalu menjaga ketersediaan stok agar bisa merespons permintaan dengan cepat,” ujarnya.

Di sisi lain, Trias Sentosa memastikan rantai pasok perusahaan tetap berjalan normal meski dunia dihadapkan pada konflik geopolitik di Timur Tengah maupun kebijakan tarif perdagangan Amerika Serikat. Perseroan mampu menjaga stabilitas pasokan karena sekitar 60 hingga 70 persen penjualannya didukung kontrak jangka panjang dengan pelanggan, sementara sisanya berasal dari pasar spot.

Sepanjang 2025, Trias Sentosa mencatatkan penjualan sebesar Rp3,74 triliun atau meningkat dibandingkan Rp3,42 triliun pada 2024. Namun, perusahaan masih membukukan rugi berjalan sebesar Rp49 miliar setelah pada tahun sebelumnya meraih laba Rp50 miliar. Penurunan tersebut terutama dipengaruhi rugi selisih kurs yang berasal dari faktor non-operasional.

Ke depan, perseroan akan terus memperkuat inovasi produk dan melakukan diversifikasi pasar ekspor sebagai langkah untuk mengurangi dampak ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global.

“Fokus kami adalah menjaga momentum pertumbuhan melalui inovasi yang berkelanjutan serta memperluas pasar ekspor agar bisnis semakin kuat menghadapi dinamika global,” tutup Sugeng. bj1