HeadlineIndustriPerdagangan

Tren Penjualan Kopi dan AMDK Meningkat, WAPO Optimis Tahun 2026 Kinerja Bakal Tumbuh 20 Persen

×

Tren Penjualan Kopi dan AMDK Meningkat, WAPO Optimis Tahun 2026 Kinerja Bakal Tumbuh 20 Persen

Sebarkan artikel ini

Surabaya, BisnisJatim.Id – Meskipun dibayangi pelambatan laju ekonomi, namun PT Wahana Pronatural TBK tahun 2026 tetap optimis bisa meningkatkan kinerjanya dengan pertumbuhan 10-20 persen dari tahun lalu. Selain agresif memperbesar pasar kopi, juga semakin aktif memperluas market AMDK Air Alam dan minuman bervitamin C, Sunkist.

Artha Lovie Aprillailie, Direktur Utama PT Wahana Pronatural Tbk, tahun ini kondisi market biji kopi sebagai penyokong utama Perseroan diyakini akan membaik. Selain demandnya mulai menunjukan pertumbuhan, juga cuacanya sangat kondusif.

“Berbeda dengn tahun lalu karena cuaca. Elnino sehingga ada yang gagal panen. Imbasnya permintaan biji kopi juga menurun. Tapi tahun ini kondisinya cukup bagus. Karena itu kami optimis, ada pertumbuhan 10-20 persen,” ujar Artha Lovie saat Paparan Publik, Senin (29/6).

OPTIMIS: Artha Lovie Aprillailie bersama Iwan Setiawan menjelaskan tahun ini optimis kinerja WAPO bakal bertumbuh menyusul membaiknya pasar biji kopi dan AMDK Air Alam dan minuman bervitamin C, Sunkist. Foto RIS

Optimisme  juga didasarkan pada kinerja selama kuartal I tahun 2026 (Q1/2026). Hingga 31 Maret 2026, emiten berkode perdagangan WAPO ini berhasil meraih pertumbuhan signifikan 186 persen dari nilai sebesar Rp 72 miliar pada Q1/2025 menjadi Rp 206 miliar pada Q1/2026.

Sementara hingga Juni 2026, pertumbuhanya mencapai 49,61 persen. Pada semester I/2025, pihaknya hanya membukukan penjualan biji Kopi sebesar Rp 439 miliar. Namun pada semester I/2026 pihaknya telah meraih penjualan sebesar Rp 657 miliar.

“Melihat pencapaian kinerja di kuartal I dan semester I tahun 2026, kami semakin yakin tahun ini ada pertumbuhan dari tahun lalu. Ya minimal 10-20 persen. Karena selain kopi, Air Minum juga pertumbuhanya cukup bagus meskipun kontribusinya masih kecil,” tambah Artha.

Iwan Setiawan, Direktur Operasional PT Wahana Pronatural Tbk menambahkan, untuk divisi Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) dan air minum bervitamin C, Sunkist tahun ini juga menunjukan tren menggembirakan.

Hal ini ditopang strategi yang pas dengan segmen market yang dibidik kalangan muda. Pihaknya lebih banyak memanfaatkan media sosial untuk meningkatkan brand awarrenes dan sekaligus memacu penjualan seperti lewat InstaGram, Tiktok maupun Facebook.

Selain itu, juga aktif mensupport berbagai kegiatan atau event seperti olahraga lari yang lagi booming di Indonesia. Dan yang tidak kalah pentingnya adalah pihaknya juga terus memperkuat dan memperluas distribusi melalui modern market sepert Alfa Midi, Family Mart, Lawson, dan banyak lagi lainnya serta aktif masuk di traditional market melalui toko-toko.

“Kami juga aktif melakukan branding melalui Vending Machine dengan fokus lokasi di kampus dan stasiun. Hal ini pas dengan gaya hidup anak muda yang serba praktis dan mandiri. “Saat ini sudah ada kurang lebih 100 vending machine yang tersebar di 28 kampus dan 52 stasiun kereta api di Indonesia,” ujar Iwan.

Sementara untuk mendukung kelancaran distribusi, selain bekerjasama dengan salah satu Perusahaan distrubusi terbesar di Indonesia, pihaknya juga terus memperbanyak pabriknya. Untuk pabrik AMDK, saat ini tersebar di Medan dan Palembang masing-masing satu pabrik. Sedangkan di Jabar, Jateng dan Jatim masing-masing ada lima, dua dan satu pabrik. Sementara untuk produk minuman bervitamin C, Sunkist sudah ada pabrik di Bogor dan Mojokerto.

“Saat ini pabriknya memang masih makloon. Sehingga kami menyesuaikan kapasitas produksi. Karena  itu, tahun ini sudah ada rencana untuk membangun pabrik sendiri atau takeover. Kami juga akan rilis produk baru Sunkist Isotonic yang akan kami launching bulan depan,” pungkas Iwan.

Terkait kinerja tahun lalu, Artha Lovie menjelaskan, tahun 2025 kinerja WAPO mengalami koreksi cukup tajam. Penjualannya mencapai Rp 1,4 triliun turun signifikan dari pencapaian tahun 2024 yang sebesar Rp 2,4 triliun.

Biji kopi memberikan kontribusi 91,1 persen dengan nilai Rp 1,3 triliun. Disusul rumput laut 4,8 persen senilai Rp 68,3 miliar, AMDK Air Alam Rp 42,7 miliar (3 persen), Sunkist Water C sebesar Rp 7,7 miliar (0,5 persen). Sisanya disumbang dari perdagangan lainnya senilai Rp 7,7 miliar. bj1