Surabaya, BisnisJatim.Id – Ditengah kondisi pasar properti yang terus bergolak akibat kondisi ekonomi dan geopolitik global, Galaxy Property tetap menyongsong tahun 2026 dengan penuh optimism. Selain terus menjalin Kerjasama dengan banyak developer utama di Surabaya dan sekitarnya juga terus memperbanyak mitra kerja atau Property Consultant di berbagai kota di Indonesia. Dan yang tidak kalah pentingnya, juga terus memperkuat kuallitas SDM dan teknologi agar tetap adaptif dan releven ditengah arus perubahan market property yang begitu cepat akibat perkembangan Teknologi Informasi (TI) yang sangat kuat. Bagaimana strategy Galaxy Property menyikapi hal ini, berikut petikan wawancara Kennard Nugraha, CEO Galaxy Property dengan wartawan disela acara Galaxian Awarding Night 8.0 di Hotel Westin, Surabaya, Kamis 12 Februari 2026.
Bagaimana kinerja Galaxy Property tahun 2025? Ada berapa persen growthnya dibanding tahun 2024? Faktor apa saja yang mempengaruhi growth tersebut?
Sepanjang 2025, kinerja Galaxy Property berada dalam fase yang cukup menantang dengan tingkat pertumbuhan yang tercatat masih di bawah 10% dibandingkan 2024. Kondisi ini sejalan dengan dinamika industri properti secara umum yang masih berada pada tahap penyesuaian. Salah satu faktor utama yang mempengaruhi kinerja tersebut adalah pergeseran demand pasar, di mana segmen secondary menunjukkan aktivitas dan minat yang relatif lebih tinggi, sementara pasar primary mengalami perlambatan. Perubahan preferensi konsumen terhadap produk yang siap huni, lebih fleksibel dari sisi harga, serta mempertimbangkan kondisi ekonomi dan pembiayaan turut membentuk pola kinerja Galaxy Property sepanjang tahun tersebut.

Tahun 2026 bagaimana kondisi market properti mengingat pertumbuhan ekonomi di awal tahun masih belum begitu menggembirakan. Bahkan banyak hal tak terduga yang mempengaruhi daya beli masyarakat.
Memasuki awal 2026, kinerja penjualan Galaxy menunjukkan sinyal yang sangat positif, tercermin dari peningkatan lebih dari 33% pada Januari 2026, yang memberikan optimisme bahwa 2026 berpotensi menjadi tahun yang menjanjikan apabila tren ini dapat dijaga secara konsisten. Di tengah tingginya volatilitas pasar saham dan kripto, minat terhadap instrumen investasi yang lebih aman dan defensif kembali menguat, menjadikan properti sebagai alternatif yang relevan. Sejalan dengan proyeksi pasar, industri properti pada 2026 diperkirakan bergerak lebih konstruktif dengan pertumbuhan yang moderat, didukung oleh stabilitas ekonomi serta keberlanjutan insentif pemerintah, sebagaimana juga tercermin dari data Bank Indonesia yang menunjukkan perbaikan aktivitas penjualan pada akhir 2025.
Bagaimana strategi Galaxy Property untuk mengatasi kondisi yang masih belum stabil akibat berbagai pengaruh termasuk geopolitik global?
Untuk menjaga pertumbuhan di tengah tantangan daya beli dan dinamika kondisi global, Galaxy Property menyiapkan strategi yang berfokus pada penguatan fondasi bisnis secara berkelanjutan. Selain terus mempercepat pengembangan aspek teknologi guna meningkatkan efisiensi, jangkauan, dan kualitas layanan, Galaxy juga menaruh perhatian besar pada pengembangan sumber daya manusia. Kami secara konsisten menyelenggarakan program pelatihan, coaching, workshop, serta pembinaan berkelanjutan bagi seluruh Property Consultant Galaxy, dengan tujuan membentuk konsultan properti yang tidak hanya andal secara kompetensi, tetapi juga menjunjung tinggi integritas dan profesionalisme. Melalui kombinasi penguatan teknologi dan kualitas SDM, Galaxy optimistis dapat tetap adaptif, relevan, dan bertumbuh di tengah kondisi pasar yang menantang.

Produk harga berapa yang masih paling banyak diminati konsumen terutama primary market?
Di pasar primary, minat konsumen hingga saat ini masih didominasi oleh produk dengan harga di bawah Rp 1 miliar. Segmen ini terutama digerakkan oleh pembeli end user, yang masih menjadi kontributor terbesar dari sisi jumlah transaksi. Faktor keterjangkauan harga, kebutuhan hunian pertama, serta dukungan skema pembiayaan dan insentif pemerintah menjadikan produk di bawah Rp1 miliar tetap sebagai pilihan utama konsumen, khususnya di tengah kondisi daya beli yang masih selektif.
Untuk secondary market, produk apa yang paling memberikan kontribusi terbesar terhadap kinerja Galaxy Properety?
Di pasar secondary, kontribusi terbesar terhadap kinerja Galaxy Property masih didominasi oleh rumah tapak, yang secara konsisten menjadi produk dengan volume transaksi tertinggi. Namun demikian, sepanjang periode terakhir juga terlihat pertumbuhan yang cukup signifikan pada segmen properti produktif, khususnya ruko dan gudang. Peningkatan ini didorong oleh kebutuhan pelaku usaha akan properti yang siap pakai serta memiliki potensi arus kas, sehingga segmen properti produktif semakin berperan sebagai penopang tambahan kinerja Galaxy Property di pasar secondary.
Saat ini berapa jumlah agen dan mitra yang tergabung. Dan tahun ini rencana nambah berapa banyak lagi dan di kota mana saja.
Saat ini, Galaxy Property didukung oleh lebih dari 3.000 Property Consultant dan mitra yang tersebar di berbagai kota besar di Indonesia. Selain penguatan jaringan agen, Galaxy juga secara aktif menjalin kemitraan strategis B2B dengan berbagai pihak, termasuk developer, institusi perbankan, perusahaan yang relevan dengan ekosistem properti, serta institusi pendidikan. Ke depan, Galaxy Property akan terus melakukan ekspansi jaringan ke kota-kota potensial lainnya dengan menggandeng mitra yang memiliki visi dan misi sejalan, guna memperluas jangkauan layanan, memperkuat kolaborasi dalam ekosistem properti, dan memperkuat posisi Galaxy sebagai jaringan jasa konsultan properti berskala nasional. BJ1







