Jakarta, BisnisJatim.Id – Organisasi Generasi Digital Malaysia (PGDM), sebuah organisasi nirlaba di Malaysia, telah menunjuk Changemaker Indonesia sebagai kolaborator untuk program TV ‘Asian K-pop Stars’ untuk jangka waktu lima musim dimulai dari musim pertama tahun ini.
Founder Changemaker Indonesia, Maya Andzela menyampaikan bahwa ini merupakan penghargaan tertinggi yang diterima dari PGDM dan tentunya akan terus diimplementasikan dengan baik dan sempurna.
“Sebagai kolaborator, Changemaker diberi peran untuk mencari bakat di kalangan wanita berusia 18 hingga 30 tahun di Indonesia dan Thailand, untuk berpartisipasi dalam kompetisi ini,” ujar Maya, Senin (3/3).

‘Asian K-pop Stars’ (AKS) yang diselenggarakan PGDM akan terlaksana bekerja sama dengan mitra strategis PGDM, World K-Pop Centre (WKC) yang berpusat di Namsan, Seoul, Korea Selatan.
PGDM yang merupakan sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) merupakan pemilik eksklusif AKS di Asia yang melibatkan pengorganisasian selama lima (5) musim, dimulai tahun ini.
AKS dipandang sebagai platform dan tempat untuk menyatukan bakat dari seluruh Asia, yang akan mempertemukan peserta dari berbagai latar belakang budaya. Tidak hanya bertujuan untuk mengungkap bakat-bakat baru, tetapi juga bertujuan untuk mempromosikan keterbukaan dalam industri hiburan global, menumbuhkan rasa identitas dan toleransi yang tinggi, serta memberikan kesempatan eksklusif bagi para peserta untuk tumbuh dalam industri hiburan internasional.
Kompetisi musim pertama ini ditargetkan untuk melibatkan partisipasi talenta wanita berusia 18 hingga 30 tahun; dari negara-negara ASEAN termasuk Malaysia, Brunei, Singapura, Filipina, Thailand, Kamboja, Indonesia, Laos, Myanmar dan Vietnam. Namun, PGDM juga menyambut partisipasi dari negara-negara lain di benua Asia.
Pelaksanaan program ini diawali dengan pencarian bakat melalui pendaftaran mandiri, dimana para peserta diharuskan mengirimkan video kemampuan menyanyi dan atau menari K-pop mereka ke formulir ‘Asian K-pop Stars’ yang telah disediakan. Biaya masuk sebesar Rp 295.000,- dikenakan untuk setiap video yang berpartisipasi. Namun, jika pendaftaran dilakukan sebelum April, biaya pendaftaran awal hanya Rp 160.000,-.
Seluruh peserta akan melalui proses penyaringan awal untuk mengidentifikasi 500 peserta terbaik yang akan menjalani audisi tatap muka di tiga (3) lokasi, yaitu Kuala Lumpur, Jakarta, dan Bangkok. Para juri adalah selebriti dari Korea Selatan, Malaysia, dan Indonesia.
Pada tahap selanjutnya, hanya 30 peserta yang akan dipilih untuk mengikuti bootcamp AKS yang akan diadakan di Kuala Lumpur, selama lima (5) minggu. Semua peserta akan ditempatkan bersama di sebuah tempat dan akan diumumkan pada hari peluncuran AKS yang dijadwalkan pada bulan April.
Semua peserta juga akan tampil dalam konser mingguan yang akan disiarkan langsung di TV2. Sebagai catatan, Radio Televisyen Malaysia (RTM) adalah stasiun penyiaran resmi untuk musim pertama ‘Asian K-pop Stars’.
Tidak ada eliminasi dalam konser mingguan, namun pada konser terakhir di minggu ke-5, hadiah akan diberikan kepada 20 peserta teratas; dengan nilai hingga USD20.000. Seluruh 20 peserta yang terpilih kemudian akan diterbangkan ke Korea Selatan (dijadwalkan pada Januari 2026) untuk menjalani pelatihan intensif selama 6 hingga 14 bulan di World K-pop Center (WKC); dengan semua biaya ditanggung sepenuhnya oleh PGDM.
Para peserta akan menandatangani kontrak sebagai artis rekaman WKC, dan akan berada di bawah naungan PGDM yang akan bertindak sebagai manajer para finalis musim pertama AKS. BJ1







