Bisnisjatim.id, Surabaya – Sektor pariwisata Jawa Timur mencatatkan perkembangan yang beragam pada periode Oktober 2025. Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang masuk melalui Bandara Internasional Juanda mengalami peningkatan signifikan, yaitu mencapai 29.534 kunjungan, atau naik sebesar 4,80 persen dibanding Oktober tahun lalu (year-on-year/y-on-y).
Meskipun demikian, perjalanan wisatawan nusantara (wisnus), baik yang menuju maupun yang keluar Jawa Timur, secara kumulatif masih menunjukkan adanya penurunan.
Statistisi Ahli Madya Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, Debora Sulistya Rini, menjelaskan pada Senin (8/12/2025), bahwa peningkatan jumlah wisman ini mengindikasikan adanya pemulihan dalam pariwisata internasional, meskipun tren ini belum merata di semua negara asal.
“Kenaikan kunjungan wisman ini terutama dipengaruhi pemulihan perjalanan dari negara-negara utama. Namun, beberapa negara masih menunjukkan tren penurunan sehingga pergerakannya belum sepenuhnya stabil,” ujar Debora.
Tiongkok Mendominasi, Malaysia Merosot Tajam
Wisman asal Tiongkok kembali menjadi penyumbang terbesar kunjungan ke Jawa Timur pada Oktober 2025, mencatatkan 9.798 kunjungan. Angka ini tumbuh impresif sebesar 33,02 persen secara bulanan (month-to-month/m-to-m) dan 33,18 persen secara tahunan (y-on-y).
Di sisi lain, kunjungan dari Malaysia justru menunjukkan tren yang kontras. Kunjungan dari Negeri Jiran anjlok tajam hingga -37,16 persen secara bulanan dan -25,82 persen secara tahunan, dengan total 6.687 kunjungan.
Debora menyebutkan bahwa pola penurunan dari Malaysia ini kemungkinan dipengaruhi oleh faktor musiman dan adanya perubahan preferensi perjalanan.
Sementara itu, negara lain yang mencatat pertumbuhan tinggi adalah Thailand, yang melonjak 128,01 persen (m-to-m), dan wisman asal Taiwan yang tumbuh 40,98 persen secara tahunan.
Secara total, sepuluh negara utama penyumbang wisman, yaitu Tiongkok, Malaysia, Singapura, Taiwan, Amerika Serikat, Thailand, Jepang, India, Perancis, dan Hongkong, mencatat 22.205 kunjungan. Kontribusi sepuluh negara ini mencapai 75,18 persen dari total wisman yang masuk ke Jawa Timur pada Oktober 2025.(bj2)







