HeadlineIndustriPerdagangan

Tren Pasar Global Semakin Baik, Investor Optimis Tahun 2026 Investasi Terus Bertumbuh

×

Tren Pasar Global Semakin Baik, Investor Optimis Tahun 2026 Investasi Terus Bertumbuh

Sebarkan artikel ini

London, BisnisJatim.Id – Perusahaan jasa profesional global terkemuka, Colliers, merilis 2026 Global Investor Outlook yang menunjukkan bahwa para investor mulai kembali memasuki pasar properti global dengan penuh keyakinan, serta mengejar diversifikasi lintas wilayah dan sektor.

Berdasarkan riset internal Colliers dan survei global terhadap investor institusi, laporan tersebut menemukan bahwa fundamental pasar menunjukkan perbaikan, likuiditas mulai pulih, dan ekspektasi harga kembali menuju tingkat yang wajar.

Tren ini mendorong optimisme untuk tahun 2026, meskipun tekanan biaya dan risiko geopolitik masih membayangi.

“Investor kini mulai mengubah haluan,” ujar Luke Dawson, Kepala Global dan EMEA Capital Markets di Colliers. “Setelah periode penuh tantangan, arus modal bergerak secara tegas menuju stabilitas dan peluang. Strategi yang bersifat aktif, terkontrol, serta berbasis kemitraan menjadi pendorong nilai ketika pasar kembali menemukan keseimbangannya,” tambahnya.

Investor beralih ke strategi aktif dan diversifikasi global

Hampir separuh investor (49%) saat ini lebih menyukai investasi langsung dan separate accounts, sementara platform joint ventures dan M&A semakin diminati. Private equity dan dana sekunder juga kian agresif menanamkan modal pada entitas pemilik properti maupun pada bisnis operasional.

Selain itu, 37% investor memilih strategi core dan core-plus, meskipun hanya 9% dana real estat yang sedang dihimpun menargetkan kedua area tersebut — sebuah indikasi adanya ketidaksesuaian antara minat investor dan orientasi penggalangan dana.

“Ketidakseimbangan ini mendorong investor untuk meninjau ulang cara mereka masuk ke pasar, memilih struktur yang menawarkan eksekusi lebih cepat, fleksibilitas, dan cakupan lebih luas,” kata Damian Harrington, Direktur dan Kepala Riset Global Capital Markets dan EMEA di Colliers.

“Kesepakatan platform memberi investor posisi strategis dan kendali yang lebih besar. Ini adalah pergeseran taktis yang mencerminkan pendekatan investasi yang lebih terlibat dan operasional,” ujar dia.

Alokasi global juga mengalami perubahan, dengan strategi multi-regional mencapai hampir 30% dari total penggalangan dana global, menandai dorongan kuat menuju diversifikasi.

Amerika Utara menyumbang 40% penggalangan dana selama 2025 (year-to-date), turun dari 50% pada 2024, sementara Eropa melonjak 50% dan Asia Pasifik meningkat 130% secara tahunan — mencerminkan minat yang semakin besar di pasar seperti Jepang, Australia, dan India.

Pusat data melonjak, perkantoran mulai bangkit

Pusat data menyumbang 31% dana real estat global yang dihimpun pada kuartal I–III 2025, menjadikannya aset paling diminati kedua, menggeser sektor industri. Perkantoran — yang sebelumnya tertekan sejak pandemi — menunjukkan pemulihan secara global.

Aset alternatif seperti hunian mahasiswa, self-storage, dan layanan kesehatan juga semakin menarik, didorong oleh perubahan demografi dan ketidakseimbangan suplai-permintaan.

“Preferensi investor berkembang sangat cepat. Dengan integrasi infrastruktur digital yang makin dalam, meningkatnya minat kembali pada perkantoran seiring perluasan kebijakan return to office, serta momentum pada sektor-sektor berbasis demografi, tampak jelas bahwa modal kini mengejar inovasi sekaligus resiliensi,” lanjut Dawson.

Sektor industri, multifamily, dan ritel tetap tangguh

Aset industri, hunian sewa (multifamily), dan ritel tetap menarik bagi investor, terutama di pasar dengan fundamental kuat dan suplai terbatas. Investor kini banyak menargetkan kawasan logistik, koridor pertumbuhan hunian urban, serta format ritel yang didukung layanan kebutuhan utama.

Strategi nilai tambah mendorong redevelopmen dan reposisi aset

Dengan semakin fokus pada penciptaan nilai, banyak investor melirik reposisi aset yang sudah ada. Tingginya biaya konstruksi dan operasional mempercepat tren adaptive reuse, khususnya di pasar dengan suplai terbatas. Gedung perkantoran ditingkatkan untuk memenuhi standar keberlanjutan dan kebutuhan penyewa yang berkembang, dengan kawasan Asia Pasifik dan Eropa memimpin tren ini.

“Tahun mendatang akan menguntungkan investor yang mampu memadukan kecepatan dengan strategi,” kata Dawson menutup. “Kita melihat redefinisi cara modal dialokasikan, dengan eksekusi taktis, kendali platform, dan penyeimbangan regional menjadi pendorong arus investasi. Fokus kini bergeser menuju penciptaan nilai, pengaruh operasional, serta ketahanan jangka panjang di seluruh sektor dan wilayah.”

Sorotan Regional

  1. Amerika Serikat: Modal tertahan dan valuasi yang menarik mendorong aktivitas baru, terutama di sektor multifamily, industri, dan pusat data.
  2. EMEA: Eropa tetap menjadi magnet modal global, dengan sektor perkantoran dan industri memimpin pemulihan seiring meningkatnya likuiditas dan transparansi.
  3. Asia Pasifik: Prospek pertumbuhan yang kuat dan peningkatan alokasi mendorong permintaan pada sektor perkantoran, logistik, serta aset alternatif seperti pusat data dan hunian mahasiswa.
  4. Kanada: Daya tarik sebagai safe haven dan keterbatasan suplai di sektor multifamily dan ritel memperkuat keyakinan investor, dengan modal institusi kembali masuk ke pasar. BJ5