HeadlinePropertiResidensial

Propnex Indonesia Tetap Ekspansi Ditengah Pasar Properti yang Semakin Tertekan

×

Propnex Indonesia Tetap Ekspansi Ditengah Pasar Properti yang Semakin Tertekan

Sebarkan artikel ini

Surabaya, BisnisJatim.Id – Pasar properti tahun 2026 diperkirakan akan mengalami penurunan dari tahun lalu. Hal ini imbas dari kondisi global yang belum stabil akibat perang. Dampaknya, selain daya beli menurun juga banyak konsumen terutama high end yang mulai melepas propertinya dengan harga dibawah market.

CEO Propnex Indonesia, Luckyanto, mengatakan, sebenarnya tahun ini pasar properti bisa langsung naik sejak awal tahun. Namun karena ada geo-politik yang makin memanas sehingga kondisinya berubah. Pasar diperkirakan mengalami stagnasi hingga akhir tahun.

“Banyak pengusaha yang wait and see. Bahkan banyak yang melikuidkan propertinya terutama high end dengan harga dibawah market. Kondisi susah diprediksi,” kata Luckyanto, disela acara  Propnex Annual Convention 2026 dengan tema The Blue Diamond Gala di Newlife Ballroom, Ciputra World Surabaya, Rabu (8/4).

Namun begitu, lanjutnya, hal ini masih menimbulkan optimism. Sebab, investor yang selama ini berdiam diri, saat ini mulai bangun lagi. Mereka yang pegang duit, saat ini mulai mengincar properti yang dilepas dengan harga miring.

“Ini jadi opportunity bagi broker untuk memasarkan produknya terutama secondary. Tahun ini pasar secondary tetap akan mendominasi market 70 persen atau lebih,” tambahnya.

Annual Convention: Dari Kiri: Erict Kurniawan, Lusiana, Luckyanto, Kelvin Fong dan Nizam Gafoor berbincang santai disela persiapan acara tahunan, Propnex Annual Convention 2026 di Newlife Ballroom Ciputra World Surabaya. Foto IST

Sebab itu, meskipun kondisi market susah diprediksi, namun Propnex Indonesia tahun ini tetap akan melakukan ekspansi pasar dengan membuka kantor caang baru. Tahun lalu pihaknya membuka dua cabang di Bandung.

Tahun ini pihaknya menargetkan ada tambahan 5 kantor cabang baru terutama di Jakarta. Sebab, disana merupakan market properti paling besar. Sementara di Surabaya, saat ini sudah ada 7 kantor cabang. Dan secara nasional sudah ada 15 kantor cabang.

“Kami memang slowly dalam membuka Kator cabang baru. Sebab yang kami utamakan kualitasnya, bukan kuantity. Dan tahun ini konsepnya juga kami ubah, lebih banyak partnership, tidak sekedar franchise,” katanya.

Dia yakin, dengan memperluas kantor cabang, market yang bisa digarap akan semakin besar. Sehingga kinerja sampai akhir tahun bisa dijaga dengan baik. Tahun 2025, pihaknya berhasil mencatat penjualan sebesar Rp 2,5 triliun atau tumbuh 10 persen dari tahun 2024.

Tahun 2026, karena kondisi dibayangi geo-politik yang susah diprediksi, pihaknya menargetkan stagnan atau minimal sama dengan tahun lalu. Sebab itu, tahun ini, pihaknya akan lebih banyak meng-improve SDM agar semakin melek dengan teknologi. Sebab sistem di Propnex semuanya sudah terintegrasi dengan aplikasi digital.

“Yang menggembirakan, saat ini masyarakat semakin percaya pada broker properti untuk mencari properti baik residential maupun komersial. Hampir 90 persen mereka percayakan pada broker. Sebab lebih simple dan lebih aman ditengah maraknya penipuan di sosmed,” katanya.

Soal segmentasi properti, Lucky – panggilan akrabnya, mengaku pasar skunder masih akan mendominasi. Kalau tahun lalu masih 70:30, tahun ini bisa jadi akan naik menjadi 80 persen secondary market dan sisanya primary market.

Pasalnya, selain banyak pemilik properti terutama di level high-end yang melepas propertinya dengan harga dibawah pasar, juga banyak developer yang bersikap wait and see. Mereka belum berani melakukan ekspansi atau menambah stok jumlah besar seperti sebelumnya.

“Sebenarnya kami ingin balance secondary dan primary market. Tapi tahun ini, secondary tetap lebih dominan bisa sampai 80 persen. Banyak developer yang menahan ekspansi. Residential bisa berkontribusi 40 persen dan 30 persen dari industrial. Sisanya mix dari yang lain. Sementara dari sisi harga, yang paling banyak dibawah Rp 5 miliar yang paling banyak di cari,” pungkas Luckyanto. BJ1