Jakarta, BisnisJatim.Id – Keanggotaan Indonesia dalam BRICS memberikan akses ke pasar negara-negara anggota seperti Brasil, Rusia, India, Tiongkok, dan Afrika Selatan. Keanggotaan ini memungkinkan Indonesia untuk memperkuat hubungan dagang dengan negara-negara tersebut, yang menghasilkan perjanjian dagang yang lebih menguntungkan dan pengurangan hambatan perdagangan.
Seperti yang diberitakan pada tanggal 2 April 2025, Amerika Serikat mengumumkan kenaikan tarif impor terhadap produk dari berbagai negara, termasuk Indonesia, yang baru-baru ini dikenakan tarif sebesar 32%.
Rivan Munansa, Head of Industrial & Logistics Services Colliers Indonesia, Kamis (15/5) mengatakan bahwa “Kami yakin bahwa perang dagang tidak secara langsung memengaruhi sektor properti, Colliers Indonesia melihat peluang yang cukup besar bagi Indonesia, khususnya di pasar industry,”

Memanfaatkan pengaruh geopolitik yang diperoleh dari keanggotaan BRICS, Indonesia dapat menarik lebih banyak investasi asing pada sektor industri.
Arus investasi ini dapat mendorong pengembangan industri-industri baru, memperluas kawasan industri yang sudah ada, dan menciptakan lapangan kerja, sehingga meningkatkan prospek sektor industri di Indonesia. Investasi tersebut dapat dialokasikan untuk infrastruktur, teknologi, inovasi, dan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.
Keunggulan Strategis Indonesia
- Basis konsumen yang besar: Populasi Indonesia yang besar menyediakan pasar yang substansial untuk berbagai produk, sehingga memberikan peluang bagi perusahaan asing untuk menjual produk mereka secara lokal.
- Lokasi strategis: Dengan proyek infrastruktur yang sedang berlangsung, hal tersebut turut mempermudah perusahaan untuk mendirikan pusat manufaktur dan distribusi. Lokasinya yang strategis di kawasan ASEAN memberikan akses ke pasar regional yang lebih luas.
- Iklim investasi: Pemerintah Indonesia perlu menawarkan insentif menarik seperti pembebasan pajak, penyederhanaan regulasi, dan dukungan tambahan untuk pengembangan industri guna menarik investasi asing.
Peluang untuk Sektor Industri di Indonesia
- Area Baru Kawasan Industri: Kawasan industri seperti di Batang, Brebes, Tegal, Kendal, Semarang, dan Surabaya menawarkan peluang yang signifikan bagi perusahaan asing yang ingin memperluas atau merelokasi pabrik mereka di Indonesia.
- Perluasan Kawasan Industri: Wilayah industri seperti di Bekasi, Karawang, Cikarang, dan Tangerang yang masih memiliki lahan tersedia dapat mempertimbangkan untuk melakukan perluasan.
Dengan memanfaatkan pasar domestik Indonesia, lokasi strategis, dan iklim investasi yang kondusif, perusahaan asing dapat secara efektif memperluas kehadiran mereka dan mengurangi dampak dari tarif impor tinggi yang diberlakukan oleh Amerika Serikat. Bj5







