Kejar Laba Tahun Ini, Optima Prima Kebut Selesaikan Pembangunan Gudang di Madura

Surabaya –  PT Optima Prima Metal Sinergi Tbk (OPMS) tahun ini bertekad untuk menyelesaikan pembangunan gudang dan kantor baru yang ada di Madura. Hal ini dimaksudkan untuk menigkatkan kinerjanya kedepan.

Menurut Meilyna Widjaja, Direktur Utama PT OPMS, pembangunan gudang dan kantor menjadi prioritas utama tahun ini. Sebab selama ini pihaknya belum memiliki gudang sendiri dan hanya menyewa pihak ketiga di Kawasan Margomulyo Surabaya.

Padahal gudang memiliki peran sangat penting dalam keberlangsungan usaha perseroan. Sebab banyak besi scrap kapal bekas yang harus disimpan untuk selanjutnya di jual beberapa konsumen baik retail, industri besi baja dan industri spare part otomotif.

“Karena belum memiliki gudang sendiri dengan kapasitas yang besar, maka besi scrap kapal bekas langsung kami jual saat itu juga. Padahal kalau punya gudang sendiri dengan kapasitas yang besar, besi scrap bisa dismpan dulu sambil melihat harga di pasaran. Kalau harganya bagus bisa langsung dilepas. Kalau harganya turun bisa disimpan dulu sambil menunggu perkembangan harga,” kata Meilyna Widjaja, Kamis (21/7) saat public expose.

Sebab itu, lanjutnya, gudang yang sekarang lagi dibangun di Madura akan dikebut penyelesainnya. Ada tiga gudang disana yakni gudang A,B dan C plus kantor dua lantai. Diharapkan gudang yang dibangun diatas lahan seluas 2,1 hektar tersebut akan selesai pada September 2022. Sehingga pada akhir tahun nanti akan bisa dioperasikan.

Dia sangat yakin, dengan selesainya gudang nanti kinerja perseroan akan bisa dipacu lebih cepat lagi. Pasalnya, bisnis besi scrap kapal bekas memiliki prospek yang bagus kedepan. Selain membidik market domestik, pihaknya akan membidik market di luar negeri terutama negara-negara di Kawasan ASEAN.

“Meskipun tahun lalu masih merugi, tahun ini kami optimis akan ada pertumbuhan sekitar 5-10 persen dari pendapatan tahun lalu. Karena itu, keberadaan gudang nanti akan memberikan nilai positif bagi perseroan. Lokasinya juga dekat dengan area workshop scrap kapal bekas. Jadi lebih efisien,” tambahnya.

Rubbyanto Ping Hauw, Direktur OPMS menambahkan, pembangunan gudang yang menelan dana sekitar Rp 40 miliar ini terus dikebut dan sudah selesai 70 persen. Sehingga target selesai pada September 2022 akan tercapai.

Pembangunan gudang merupakan bagian dari strategi bisnis kami. Gudang ini memiliki kapasitas tampung sekitar 2.000 ton lebih sehiggga akan memberikan makna strategis. Sebab OPMS bisa menjadi hub untuk menampung besi scrap skala besar dan distribusi ke industri yang membutuhkan.

“Kami juga melakukan ekspansi proses scrap kapal bekas di Sulawesi Utara. Hal ini bisa meningkatkan efisiensi biaya dan waktu. Sebab kapal bekas tidak harus di tarik ke Surabaya untuk di scrap,” kata Rubbyanto.

Terkait kinerja tahun 2021, dia mengaku cukup bagus. Meskipun kondisi market masih dibayangi pandemi Covid 19. Hal ini terlihat dari pendapatan emiten berkode OPMS ini sebesar Rp 41,1 miliar, tumbuh 18 persen dari tahun 2020 yakni sebesar Rp 34,7 miliar.

Sementara beban pokok penjualan juga meningkat 22,8 persen. Demikian beban usaha juga naik 20,94 persen. Sehingga tahun lalu perusahaan ini membukukan rugi bersih sekitar Rp 354  juta. Padahal tahun 2020 pihaknya masih mencatat laba bersih Rp 1 miliar.

“Tahun ini kami optimis akan bisa kembali mencatat laba. Karena ekonomi mengalami perbaikan,” pungkas Rubbyanto Ping Hauw. (ris)