HeadlineKomersialProperti

Harga Properti Secondary Market Tertahan Karena Banyak Investor Incar Aset NPL Bank

×

Harga Properti Secondary Market Tertahan Karena Banyak Investor Incar Aset NPL Bank

Sebarkan artikel ini

Surabaya, BisnisJatim.Id – Tahun 2025 yang akan berakhir meninggalkan kesan kurang menyenangkan bagi pasar properti sekunder atau secondary market. Pasalnya, harga properti sekunder terkoreksi hingga 10 – 20 %  persen dibanding dengan tahun-tahun sebelumnya.

Rudy Sutanto, Penasehat DPD AREBI Jatim, menjelaskan, harga property di secondary market memang terjadi kontraksi. Harga bukan hanya tidak naik signnifikan, namun yang terjadi banyak investor melepas asetnya  Dan itu berkisar 10 -20  persen dari harga pasar.

“Kondisi ini terjadi di hampir semua jenis properti baik rumah, pergudangan, terlebih apartment ,” ujar Rudy, Sabtu (6/12).

Dia mengaku, kondisi ini disebabkan banyak faktor. Selain faktor ekonomi yang masih melambat meski dari pemerintah telah berupaya daya menggelontorkan dana Rp 200 triliun, masih belum menarik minat pata investor properti  yang mencari property di secondary market meski stok, pilihan properti harga affordable, sehingga kondisi ini  menekan harga di secondary market.

Rudy Sutanto Penasehat DPD AREBI Jatim dan Pengurus Kadin Jatim Bidang Real Estate dan Property. Foto IST

Investor lokal yang selama ini banyak bermain di properti di tahun 2025 ini banyak yang beralih ke emas dan saham. Sebab investasi di emas dan saham dinilai lebih likuid dan memberikan banyak keuntungan.

Apalagi sekarang banyak  saham termasuk saham blue chip ataupun para investor luar banyak melepas saham indo sehingga harga terkoreksi turun sehingga investor properti juga berminat menyerok saham yang berfundamental bagus dan mempunyai prospek jangka menengah atau panjang.

 

Selain itu, para investor juga lebih tertarik membeli aset NPL bank atau Property Lelang. Jumlahnya juga cukup besar. Sebab, banyak konsumen yang tidak mampu melanjutkan KPR-nya atau kredit macet akibat kondisi ekonomi, sehingga banyak properti terutama rumah , gudang , tanah , pabrik yang menjadi aset NPL Bank.

Property-property inilah yang kemudian dilelang oleh bank. Harganya juga umumnya jauh dibawah harga pasar yakni sekitar 50 persen. Sehingga banyak investor dan pemain Lelang tertarik untuk membeli produk Lelang properti ini.

“Biasanya, mereka dapat harga 40-50 persen dibawah harga pasar. Kemudian dijual kembali harga 30 persen dibawah harga  pasar. Tapi kondisi properti lelang  adalah terkondisi apa adanya juga resiko pengosongannya , Hal ini membuat harga properti di secondary market stagnan, tidak naik. Karena pemilik property secondary bersaing dengan aset NPL bank,” ujar mantan Ketua DPD AREBI Jatim.

Namun Principle Java Property CitraLand Surabaya ini menyampaikan  umumnya para investor mengincar properti lelang  yakni  hunian Rumah di lokasi strategis & saleable,  lelang properti ruko  dan gudang yang menjadi pertimbangan untuk di ambil adalah Lokasi dan bebas banjir , sehingga kalo di jual kembali  Harganya di secondary market masih bisa masuk,

“Investor lelang properti prefer ruko dan gudang  Karena umumnya kondisinya tidak banyak yang rusak. Masih bagus. Berbeda dengan rumah, banyak yang rusak. Bahkan istilahnya hanya beli tanahnya saja. Meskipun ada juga yang masih bagus, hanya rusak dibeberapa bagiannya saja,” pungkas Rudy sutanto yang juga Pengurus Kadin Jatim Bidang Real Estate dan Properti. BJ3