Uncategorized

Danantara Lakukan Reformasi Perusahaan BUMN Skala Besar Mulai Tahun 2026

×

Danantara Lakukan Reformasi Perusahaan BUMN Skala Besar Mulai Tahun 2026

Sebarkan artikel ini

Jakarta, BisnisJatim.Id – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) menyatakan bahwa agenda reformasi terhadap perusahaan-perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berskala besar akan mulai dijalankan pada 2026.

Dalam dokumen Danantara Economic Outlook 2026, Danantara menilai perbankan milik negara, yakni PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), berada pada posisi yang solid untuk memulihkan kinerja pendapatan. Kondisi tersebut didukung oleh tren penurunan biaya dana serta perbaikan pertumbuhan kredit.

Sementara itu, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) dinilai memiliki potensi besar dalam menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham melalui optimalisasi aset yang lebih tinggi.

Danantara juga menilai telah memperoleh tingkat kepercayaan pasar melalui proses pemulihan yang sedang berlangsung di sejumlah BUMN, antara lain PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA), PT Krakatau Steel Tbk (KRAS), dan PT Timah Tbk (TINS).

Secara keseluruhan, Danantara mencatat total aset BUMN mencakup lebih dari separuh Produk Domestik Bruto (PDB) nominal Indonesia. Dengan porsi tersebut, peningkatan kinerja operasional BUMN diyakini akan memberikan dampak signifikan terhadap prospek pertumbuhan ekonomi nasional.

BUMN juga memiliki keterkaitan erat dengan aktivitas ekonomi sehari-hari masyarakat, mulai dari penyediaan listrik oleh PT PLN, distribusi bahan bakar oleh PT Pertamina, layanan transportasi udara melalui Garuda Indonesia, hingga pengelolaan dana masyarakat oleh bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

Presiden RI Prabowo Subianto secara tegas menetapkan target pengurangan jumlah BUMN dari lebih dari 1.000 entitas menjadi sekitar 200 perusahaan. Danantara menekankan bahwa kebijakan tersebut merupakan program jangka menengah hingga panjang, bukan agenda korporasi yang dapat diselesaikan dalam satu tahun.

Menurut Danantara, jumlah entitas yang lebih ramping berpotensi mengurangi konflik mandat dan menghasilkan pengambilan keputusan bisnis yang lebih konsisten, sehingga dapat meningkatkan imbal hasil bagi pemegang saham, terutama dalam bentuk dividen.

Danantara menargetkan BUMN menjadi perusahaan yang lebih resilien dan mampu menghadapi dinamika ekonomi makro, termasuk fluktuasi harga komoditas serta meningkatnya volatilitas pasar keuangan global yang dapat memengaruhi keputusan pembiayaan.

“Respons pasar terhadap pemulihan sejumlah BUMN terlihat positif, tercermin dari lonjakan harga saham. Investor menilai kemajuan restrukturisasi sebagai sinyal kepercayaan terhadap agenda reformasi yang dijalankan,” tulis Danantara dalam laporan tersebut. BJ7